Ecophobia sebagai tantangan terhadap tanggung jawab etis gereja dalam krisis ekologi
DOI:
https://doi.org/10.34081/hoch.v1i2.886Kata Kunci:
EkologiAbstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena ecophobia sebagai salah satu tantangan serius terhadap tanggung jawab etis gereja di tengah krisis ekologi. Ecophobia, yang ditandai dengan sikap penyangkalan, ketidakpedulian, atau keengganan menghadapi isu lingkungan, sering kali hadir secara tersembunyi dalam kehidupan jemaat maupun masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami pengalaman dan pemaknaan jemaat terhadap isu ekologis dalam kehidupan bergereja. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap dua jemaat dan satu pelayan gereja, serta studi pustaka yang mencakup literatur teologi, ekoteologi, psikologi lingkungan, dan penelitian relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecophobia muncul dalam ranah kognitif-afektif, perilaku, dan spiritual-relasional. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor teologis, sosial, dan budaya. Pemahaman teologis yang sempit mengenai relasi manusia dengan ciptaan, gaya hidup individualistis dan kompleksitas kehidupan modern, serta budaya konsumtif yang melemahkan relasi harmonis dengan alam menjadi faktor yang berkontribusi. Dampaknya terlihat dalam rendahnya partisipasi jemaat, perilaku yang kurang ramah lingkungan, dan melemahnya keterhubungan iman dengan tanggung jawab ekologis. Karena itu, gereja perlu membangun kesadaran dan aksi ekologis melalui pendidikan ekoteologis, keteladanan, liturgi ekologis, dan tindakan kolektif. Upaya tersebut menegaskan pemeliharaan ciptaan sebagai bagian integral dari iman dan tanggung jawab etis Kristen.
Referensi
Afriliani, Lia, and Enta Malasinta Lantigimo. “Gereja Yang Ekologis Mengacu Rumah Panggung Dalam Konteks Kota Banjarmasin.” BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 6, no. 1 (2025): 39–64.
Agama, Institut, and Kristen Negeri. Tanggungjawab Gereja Terhadap Persoalan Lingkungan Di Jemaat GMIM Syalom Tuminting Melalui Strategi Pastoral Konseling. 5, no. 1 (2024): 13–21.
Alfitri, Alfitri, Helmi Helmi, Slamet Raharjo, and Afrizal Afrizal. “Sampah Plastik Sebagai Konsekuensi Modernitas Dan Upaya Penanggulangannya.” Jurnal Sosiologi Andalas 6, no. 2 (2020): 122–30.
Ambun, Onessimus Febryan. “10 Tahun Laudato Si’: Refleksi Dan Prospek Teologi Hijau Di Tengah Krisis Ekologi Global.” AKADEMIKA 24, no. 2 (2025): 89–104.
Anggraini, Silvia. “Peran Media Sosial Dalam Memperkuat Atau Melemahkan Eco-Anxiety Pada Dewasa Awal Di Kota Bandar Lampung.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 03, no. 12 (2024): 21–28.
Anjelina, Nomi, Hendro Hariyanto Siburian, and Yuli Berkatni. “Peran Gereja Dalam Menjaga Kelestarian Ekologi: Menyikapi Kerusakan Hutan Kalimantan Oleh Perkebunan Sawit.” Charistheo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 2 (March 2025): 161–74.
Bunga, Ananda. “Perubahan Sosial Pada Masyarakat Digital.” Preprint, Humas UM Sumber, 2024.
David Sobel. Melampaui Ekofobia: Merebut Kembali Hati Dalam Pendidikan Alam. Amerika Serikat: Great Barrington, n.d.
Dei Rupa, Hieronimus Yoseph. “Teologi Dan Ekologi: Sebuah Tanggapan Terhadap Krisis Ekologis.” Gita Sang Surya 19, no. 2 (2024): 23–30.
Dennis, Hayon Frederick. “Ekoteologi Leonardo Boff Dan Relevansinya Bagi Penanganan Krisis Lingkungan Hidup Di Indonesia.” Preprint, IFTK LEDALERO, 2024.
Dinny, Debby Richyoan, Chatri Adam Mag’lepy, Ridho Al Rasyid, Dzakirah Alzena Daiva, and Eko Purwanto. “Peran Media Sosial Dalam Membangun Kesadaran Ekologis Berbasis Budaya Lokal Di Komunitas Adat.” Interaction Communication Studies Journal 2, no. 2 (2025): 16. https://doi.org/10.47134/interaction.v2i2.4250.
Ellen H White. Para Patriark Dan Nabi. Review and Herald Publishing Association, 1890.
Fauzi, Noer Moh Bahrul, and Ari Ambarwati. “Interdisipliner Sastra: Hubungan Antara Sastra Dan Ekologi Dalam Antologi Puisi Karya D. Zawawi Imron.” GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2024, 103–14.
Ginting, Bayu Kaesarea. “Koinonia: Respon Gereja Atas Krisis Ekologi.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 7, no. 1 (2022): 184–204.
Hamaduna, Nancy Lestari. “Peranan Ekologis Gereja.” Aletheia: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2021): 18–35.
Haryadi, Dwi, Darwance Darwance, and Putra Pratama Saputra. “Antroposentrisme Dan Budaya Hukum Lingkungan (Studi Eksploitasi Timah Di Belitung Timur).” Progresif: Jurnal Hukum 14, no. 1 (2020).
Jaenudin, Ujam, and Rosleny Marliani. Psikologi Lingkungan. Edited by Beni Ahmad. Bandung: CV Pustaka Setia, 2016.
Kementrian Kehutanan. Hutan Dan Deforestasi Indonesia Tahun 2024. SP. 031/HKLN/PPIP/HMS.3/03/2025. Jakarta, 2025.
Lestari, Riana Dwi, and Eli Syarifah Aeni. “Ekofeminisme Dalam Puisi-Puisi Perempuan Indonesia: Kajian Stilistika Dan Ekokritik.” Aksara 37, no. 1 (2025): 210–25.
Lynn White Jr. “Akar Sejarah Krisis Ekologi Kita.” Sains (Amerika) 5 (March 1967). https://doi.org/10.1126/science.155.3767.1203.
Manongga, John Stevie. “Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual Dan Doktrin Ineransi.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 8, no. 1 (2025): 76–98.
Manusama, Ledy. “Keadilan Ekologi Berbasis Paradigma Bioregional Dan Transaksional Bagi Upaya Advokasi Oleh Gereja Protestan Maluku.” Preprint, Universitas Kristen Duta Wacana, 2025.
Patibang, Ocsilia Imel, Yoan Putri Kalista, and Cristina Midian. “Citra Manusia Dalam Teologi Kristen: Sebuah Tinjauan Humanis Terhadap Imago Dei.” HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial Dan Bisnis 3, no. 1 (2025): 188–99.
Prakosa, Pribadyo, Sharon Michelle O. Pattiasina, and Winanda Winanda. “Ekoteologi Gereja Terhadap Penanaman Kelapa Sawit Di Lahan Gambut.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 5, no. 1 (2023): 73–82.
Pujiono, Andrias. “Analisis Keseimbangan Ranah Kognitif, Afektif Dan Psikomotorik Dalam Muatan Ekologi Pada Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Sekolah Menengah Atas.” REAL DIDACHE: Journal of Christian Education 2, no. 2 (2022): 73–89.
Putra, Adi, and Yane Henderina Keluanan. “Dampak Kejatuhan Manusia Terhadap Kerusakan Ekologi Menurut Kejadian 3.” HUPERETES 3 (2022): 116–26.
Qodriyatun, Sri Nurhayati. “Masalah Lingkungan Hidup Bagi Presiden Terpilih.” Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI 16, no. 2 (2024): 16–20.
Ramdhan, Muhammad. Metode Penelitian. Edited by Amin Effendy. Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2021.
Redaksi, Staf. “Fobia Takut Lingkungan Atau Ecophobia.” Preprint, FEAROF.net, n.d.
Salurante, Tony. “Konsep Prophetic Pragmatism Willy Jenkins: Membangun Ekologi Spiritual Untuk Kehidupan Berkelanjutan Menggereja Di Indonesia.” Jurnal Teologi Pontekosta 7, no. 2 (2024): 271–89.
Setiawan, Nur, Rina Mardiana, and Soeryo Adiwibowo. “Ekologi Budaya Dan Ekospiritualitas Komunitas Adat Baduy Menghadapi Modernisasi: Studi Ekologi Budaya Dan Ekospiritualitas Di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.” Focus 4, no. 2 (2023): 107–20.
Setyawan, Yusak Budi. “The Church as an Ecological Community: Practising Eco-Ecclesiology in the Ecological Crisis of Indonesia.” Ecclesiology 17, no. 1 (2021): 91–107.
Sianturi, Adi Haryono, Zulkarnain Siagian, and Janhotner Saragih. “Manusia Sebagai Gambar Dan Rupa Allah.” Innovative: Journal Of Social Science Research 3, no. 2 (2023): 10300–10343.
Sihotang, Hendry L. W., Dewi Jani Affandi, and Andreas L. Rantetampang. “Membangun Kesadaran Ecotheology Melalui Tridharma Panggilan Gereja.” Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan 13, no. 1 (2023): 19–30.
Simon C. Estok. Ekokritik Dan Shakespeare: Membaca Ekofobia. 1st ed. 1. New York: Palgrave Macmillan, n.d.
Sims, Michelle, Sarah Carter, and Liz Goldman. “Data Kehilangan Tutupan Pohon 2024 Dari Global Forest Watch.” Preprint, Global Forest Watch, 2025.
Solang, Ronaldo Novelindo. “Ekoteologi Sebagai Pembebasan Gereja Masa Kini Dari Paham Antroposentrisme.” Mello: Jurnal Mahasiswa Kristen 4, no. 2 (2023): 37–50.
Wicaksono, Raden Ariyo. “Deforestasi Indonesia 2024 Versi Kemenhut 175 Ribu Hektare.” Preprint, Betahita, 2025.
Yanti Defi Sianturi, Bestian Simangunsong, Herdiana Boru Hombing, Meditatio Situmorang, and Nurelni Limbong. “Tanggung Jawab Gereja Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup Di Geosite Sipinsur Desa Pearung Kecamatan Paranginan.” Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama 2, no. 4 (2024): 285–98. https://doi.org/10.55606/jutipa.v2i4.382.
YF La Kahija. Penelitian Fenomenologis. Kanisius, 2023.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yuli Berkatni, Johan Christiawan (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Hoch: Journal of Holistic Christianity ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Hoch dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Hoch (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).






