Ratu Adil sebagai Jembatan Kontekstual: Membaca Konsep Mesias Perjanjian Baru melalui Narasi Damarwulan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.827

Keywords:

Contextual Theology, Damarwulan, Javanese Culture, Messiah, Ratu Adil, Budaya Jawa, Teologi Kontekstual

Abstract

The concept of the Messiah in the New Testament is often understood within a Jewish theological framework that may be unfamiliar to Indonesian audiences. Therefore, a contextual approach is needed to bridge this understanding through local cultural symbols and narratives. This research aims to interpret the concept of the Messiah in the New Testament through the Javanese cultural narrative of the Ratu Adil, particularly in the story of Damarwulan. The research employs a qualitative method using contextual theology and narrative analysis of biblical texts alongside Javanese literary traditions. The findings indicate that the figure of Ratu Adil in the Damarwulan narrative shares thematic parallels with the concept of the Messiah, especially in aspects of liberation, restoration of justice, and victory over evil. However, there are fundamental theological differences, particularly regarding the universal salvation and divine nature of the Messiah in Christian faith. This study concludes that the narrative of Ratu Adil can function as a hermeneutical bridge for explaining the Messiah concept to Javanese communities without losing the uniqueness of New Testament theology.

Abstrak
Konsep Mesias dalam Perjanjian Baru sering dipahami dalam kerangka teologis Yahudi yang kurang akrab bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu diperlukan pendekatan kontekstual yang mampu menjembatani pemahaman tersebut melalui simbol dan narasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membaca konsep Mesias dalam Perjanjian Baru melalui narasi budaya Jawa tentang Ratu Adil, khususnya dalam kisah Damarwulan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teologi kontekstual dan kajian naratif terhadap teks Alkitab serta tradisi sastra Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur Ratu Adil dalam narasi Damarwulan memiliki kesamaan tematik dengan konsep Mesias, terutama dalam aspek pembebasan, pemulihan keadilan, dan kemenangan atas kejahatan. Namun demikian terdapat perbedaan teologis yang mendasar, khususnya dalam dimensi keselamatan universal dan natur ilahi Mesias dalam iman Kristen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi Ratu Adil dapat berfungsi sebagai jembatan hermeneutis untuk menjelaskan konsep Mesias kepada masyarakat Jawa tanpa menghilangkan keunikan teologi Perjanjian Baru.

Author Biography

David Eko Setiawan, (Scpous Id: 58396717500, Sinta ID: 6676617) Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Reviewing interests: Teologi Praktika: Misiologi; Patoral; Teologi Biblika; Kepemimpinan Kristen

Scpous Id:  58396717500

Sinta ID: 6676617

Orcid Id: 0000-0002-0705-5288

References

Adrian, Timotius. “Menuju Model PAK Mistagogis-Kontekstual Sinergi Theosis, Kearifan Lokal Jawa, dan Shared Praxis.” JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan 4, no. 2 (2025): 35–50.

Astuti, Livia. “Kebudayaan Kerajaan Majapahit Dalam Naskah Damarwulan: Kajian Filologi.” sarasvati 5, no. 1 (2023): 1–8.

Barita, Silalahi I A R, dan A Amtiran. “Studi kontekstual polarisasi kekristenan di Indonesia.” PIETAS: Jurnal Studi Agama Dan Lintas Budaya Учредители: Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas 2, no. 1 (2024): 70–84.

Bevans, Stephen. “Models of contextual theology.” Theological Studies 55, no. 3 (1994): 584.

Blomberg, Craig L. Jesus and the Gospels: An introduction and survey. B&H Publishing Group, 2022.

Fatkhan, Muh. “Sosok Ratu Adil Dalam Ramalan Jayabaya.” Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam 19, no. 2 (2020): 241–52.

Hardi, Lalu Ary Kurniawan. “The Development of Ratu Adil Movement’s Configuration in Indonesia and Its Relevance to Social and Political Symptoms in the Contemporary Era.” Hasanuddin Journal of Sociology (HJS), 2023, 25–50.

Hudha, Miftachul. “Wajah sufisme antroposentris kepustakaan Islam Kejawen dalam pandangan Simuh.” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 3, no. 1 (2020): 189–208.

Karmini, Ni Wayan. “Ratu Adil Satria Piningit Dan Zaman Edan,” 2021.

Maranatha, Christian Ade. “Penafsiran Alkitab yang Dinamis (Dynamic Biblical Interpretation): Hermeneutika Kontekstual sebagai Pendekatan Multidimensional (Contextual Hermeneutics as a Multidimensional Approach).” RERUM: Journal of Biblical Practice 4, no. 2 (2024): 138–55.

Mariati, Sri. “Menakjinggo: Hero and Reconciliation of the USING Culture,” t.t.

Mulder, Niels. Mistisisme Jawa. Lkis Pelangi Aksara, 2001.

Pelaku, Analisis Fungsi, Teori Vladimir Propp, dan Tirto Suwondo. “Cerita Rakyat ‘Damarwulan,’” t.t.

Setiawan, David Eko. Injil, Manusia Dan Peradabannya. Penerbit KBM Indonesia, 2021.

Sirenden, Sernita, Risna Pandayung, dan Irawanti Kalimbuang. “Teologi Kontekstual Sebagai Respon Gereja Atas Kemiskinan Di Wara Utara Palopo.” LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis 2, no. 2 (2025): 19–26.

Sitompul, Putra Hendra. “Misi Dan Budaya: Membangun Jembatan Antara Injil Dan Tradisi Lokal.” Jurnal Teologi Pondok Daud 8, no. 2 (2025).

Sugiharto, Ayub, dan Yulianus Pekei. “Peran Roh Kudus dalam Penginjilan Kontekstual.” Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani 3, no. 2 (2023): 110–22.

Sutardjo, Imam. “Konsep Kepemimpinan" Hasthabrata" dalam Budaya Jawa.” Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara 5, no. 2 (2014): 85–104.

Utami, Respati Retno, dan Tri Edliani Lestari. “Language Style of Beauty and Kencana Wungu’s Position in Damarwulan Manuscript (Ethnolinguistic).” Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa 9, no. 1 (2021): 9–25.

Wright, Nicholas Thomas. Jesus and the Victory of God. London: Great Britain Society, 1999.

Yudari, A A Kade Sri, dan Ni Wayan Karmini. “Ratu Adil Satria Piningit Dan Zaman Edan:(Wacana Futurologi Dalam Serat Kalatidha).” Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan 21, no. 1 (2021): 29–39.

Published

2026-06-01