Kajian Etika Biblis terhadap Praktik Judi dan Konsumerisme
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.826Keywords:
Biblical Ethics, Consumerism, Gambling, Imago Dei, Mammon, RepentanceAbstract
This article discusses the study of biblical ethics of gambling practices and modern consumerism. Biblical ethics is an academic discipline that integrates exegesis, historical context, and philosophical-theological reflection to address contemporary moral challenges. In this study, exegesis is integrated with contemporary contexts to examine the phenomenon of gambling and consumerism in the light of biblical ethics. Using a biblical ethical approach to wisdom texts such as Proverbs and Psalms, the Gospels, and some of Paul's letters, this article seeks to trace the spiritual roots of believers' economic behavior. The method used is qualitative-descriptive with literature review and theological analysis of biblical texts and moral theology. The results of the study show that both gambling and consumerism are not just moral and social problems, but also anthropological symptoms of the human heart that misplace the source of meaning and security in daily life. Biblical ethics affirms that human dignity lies in its existence as imago Dei. Thus, Christian repentance means changing the orientation of life from the worship of mammon to the true worship of God in Christ. The ethical implication is that it leads people to work to accumulate money and wealth in a positive way, and, as stewards of God's creation, Christians are called to use these resources wisely, responsibly, and for the common good.
Abstrak
Artikel ini membahas kajian etika biblis terhadap praktik judi dan konsumerisme modern. Etika biblis merupakan disiplin akademik yang mengintegrasikan eksegesis, konteks historis, dan refleksi filosofis-teologis untuk menjawab tantangan moral kontemporer. Dalam penelitian ini, eksegesis diintegrasikan dengan konteks kontemporer untuk menelaah fenomena judi dan konsumerisme dalam terang etika biblis. Dengan menggunakan pendekatan etika biblis terhadap teks hikmat seperti Amsal dan Mazmur, Injil, maupun beberapa surat Paulus, artikel ini hendak menelusuri akar spiritual dari perilaku ekonomi manusia beriman. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan kajian pustaka dan analisis teologis terhadap teks Alkitab serta teologi moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik judi maupun konsumerisme bukan sekadar persoalan moral dan sosial, tetapi juga merupakan gejala antropologis dari hati manusia yang salah menempatkan sumber makna dan keamanan dalam hidup sehari-hari. Etika biblis menegaskan bahwa martabat manusia terletak pada keberadaannya sebagai imago Dei. Dengan demikian, pertobatan kristiani berarti mengubah orientasi hidup dari penyembahan kepada mamon menuju penyembahan sejati kepada Allah di dalam Kristus. Implikasi etisnya adalah menuntun manusia bekerja guna mengumpulkan uang maupun harta dengan cara yang positif, dan sebagai pengelola ciptaan Allah, umat Kristen dipanggil untuk menggunakan sumber daya tersebut secara bijaksana, penuh tanggung jawab, dan demi kesejahteraan bersama.
References
Arli, Denni, dan Fandy Tjiptono. “The effect of consumers’ religiosity on consumer ethics: the mediating role of ethical ideology.” Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics 34, no. 1 (2022): 91–109. doi:10.1108/APJML-08-2020-0590.
Asumang, Annang. “The presence of the shepherd: a rhetographic exegesis of Psalm 23.” Old Testament Essays 20 (2007): 123–42.
Bakhtiar, Septu Haudli, dan Azizah Nur Adilah. “Fenomena Judi Online : Faktor, Dampak, Pertanggungjawaban Hukum.” Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. 3 (2024): 1016–26. doi:10.31004/innovative.v4i3.10547.
Bergant CSA, Dianne dan J. Karris OFM, Robert, ed. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. 1 ed. Yogyakarta: Kanisius, t.t.
Binde, Per. “Gambling and religion: Histories of concord and conflict.” Journal of Gambling Issues, no. 20 (2007): 145. doi:10.4309/jgi.2007.20.4.
Bitrus, Daniel. “Biblical Perspectives on Wealth Creation, Poverty Reduction and Social Peace and Justice.” Transformation: An International Journal of Holistic Mission Studies 20, no. 3 (2003): 139–43. doi:10.1177/026537880302000304.
Bland, Dave. “Exegesis of Psalm 62.” Restoration Quarterly 17 (1974): 85–98.
Blomberg, Craig L. “On Wealth and Worry: Matthew 6:19-34 Meaning and Significance.” Criswell Theological Review 1 (1992): 73–89.
Calado, Filipa, Mike Vernon, Filip Nuyens, Joana Alexandre, dan Mark D. Griffiths. “How Does Religiosity Influence Gambling? A Cross-Cultural Study Between Portuguese and English Youth.” Journal of Gambling Studies 40, no. 2 (2024): 1005–19. doi:10.1007/s10899-023-10269-0.
Capungcol, Carolina H. “No Titleהכי קשה לראות את מה שבאמת לנגד העינים.” הארץ, no. 8.5.2017 (2022): 2003–5.
Haryanto, Eko. “Konsumerisme Dan Teologi Moral : Kajian Kritis Dan Responsibilitas.” Veritas 13, no. 1 (2012): 17–30.
Himes, Kenneth R. “Consumerism and Christian ethics.” Theological Studies 68, no. 1 (2007): 132–53. doi:10.1177/004056390706800107.
Iglesias-Rodríguez, Pablo. “The gambling business from the point of view of Catholic moral and social teachings.” Studies in Religion-Sciences Religieuses 52, no. 4 (2023): 531–51. doi:10.1177/00084298221144384.
Historia id. “Judi Resmi di Indonesia,” 2019. https://www.historia.id/article/judi-resmi-di-indonesia-v2evb.
Katekismus Gereja Katolik. Jakarta: Konferensi Waligereja Indonesia, 1999.
Kim, Hyoun S., Alexandra Shifrin, Travis Sztainert, dan Michael J.A. Wohl. “Placing your faith on the betting floor: Religiosity predicts disordered gambling via gambling fallacies.” Journal of Behavioral Addictions 7, no. 2 (2018): 401–9. doi:10.1556/2006.7.2018.23.
O’Donoghue, Darrel. “A Biblical-Theological Analysis Of Matthew 6:19-34 To Clarify The Relationship Between The Christian Disciple And Money.” South African Theological Seminary, 2011.
Perdana, Reza Bayu, Ardin, Indra Budi, Aris Budi Santoso, Amanah Ramadiah, dan Prabu Kresna Putra. “Detecting Online Gambling Promotions on Indonesian Twitter Using Text Mining Algorithm.” International Journal of Advanced Computer Science and Applications 15, no. 8 (2024): 942–49. doi:10.14569/IJACSA.2024.0150893.
Portin, Fredrik. “Consumerism as a moral attitude: Defining consumerism through the works of Pope Francis, Cornel West, and William T. Cavanaugh.” Studia Theologica - Nordic Journal of Theology 74, no. 1 (2020): 4–24. doi:10.1080/0039338X.2020.1751278.
“Proverbs_13_11_and_the_Practice_of_Sales.pdf,” t.t.
Putra, Andreas Maurenis. “‘Penjara’ Baru Hakikat Manusia?” Jurnal Agama dan Masyarakat 5, no. 1 (2018): 71–95.
Rohman, Abdur. “Budaya Konsumerisme dan Teori Kebocoran di Kalangan Mahasiswa.” KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman 24, no. 2 (2016): 237. doi:10.19105/karsa.v24i2.894.
Rooney Jr, Raymond J. “No Title 済無 No Title No Title No Title” 32, no. 3 (2021): 167–86.
Saumantri, Theguh. “Konsumerisme Masyarakat Kontemporer dalam Pemikiran Jean Baudrillard.” Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya 28, no. 2 (2022): 56–68. doi:10.33503/paradigma.v28i2.1962.
———. “Konsumerisme Masyarakat Kontemporer Menurut Herbert Marcuse.” Media (Jurnal Filsafat dan Teologi) 3, no. 2 (2022): 162–77. doi:10.53396/media.v3i2.113.
Taylor, John W. “Poverty, Prosperity and the Gospel: Is there Economic Good News for the Poor in Paul?” Jbtm 19, no. 2 (2022): 345–66.
Zai, Suardin, dan Boi Putra Zai. “Mencegah Judi Online pada Gen Z Kristen: Refleksi Timotius 6:10 dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen.” Apostolos: Journal of Theology and Christian Education 4, no. 1 (2025): 12–25.
Zalukhu, Amirrudin. “The Role of christian.” PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022): 89–101. doi:10.34307/peada.v3i2.86.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bofry Wahyu Samosir, Bobby Steven Octavianus Timmerman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















