Teologi Feminis dan Dinamika Kesetaraan Gender dalam Pelayanan Gereja di Tengah Globalisasi
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.816Keywords:
Globalisasi, Kesetaraan Gender, Teologi Feminis, Feminist Theology, Globalisation, Church MinistryAbstract
Modern globalisation has brought significant changes to various aspects of life, including social dynamics and religious practices in the church, which demand new theological reflection on gender roles. Gender inequality remains a major issue, with women often experiencing limitations in their access to leadership positions and full participation in church ministry. On the other hand, traditional theology tends to maintain a patriarchal paradigm that limits perspectives on gender equality and influences pastoral practices. This study aims to analyse the contribution of feminist theology in shaping the dynamics of gender equality in church ministry amid modern globalisation. Using a qualitative research method with a literature review approach, it can be concluded that feminist theology serves as a critical framework that challenges patriarchal paradigms in theology and church practice. Through a biblical reinterpretation that is sensitive to women's experiences, feminist theology opens up a space for a more just and equal understanding of gender relations. The dynamics of gender equality in church structures and ministry require institutional and cultural transformation.
Abstrak
Globalisasi modern telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dinamika sosial dan praktik keagamaan di gereja, yang menuntut refleksi teologis baru terkait peran gender. Ketimpangan gender masih menjadi isu utama, di mana perempuan seringkali mengalami keterbatasan dalam akses terhadap posisi kepemimpinan dan partisipasi penuh dalam pelayanan gereja. Di sisi lain, teologi tradisional cenderung mempertahankan paradigma patriarkal yang membatasi perspektif kesetaraan gender dan mempengaruhi praktik pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi teologi feminis dalam membentuk dinamika kesetaraan gender dalam pelayanan gereja di tengah globalisasi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dapat disimpulkan bahwa teologi feminis berfungsi sebagai kerangka kritis yang menantang paradigma patriarkal dalam teologi dan praktik gereja. Melalui reinterpretasi biblika yang sensitif terhadap pengalaman perempuan, teologi feminis membuka ruang pemahaman yang lebih adil dan setara terhadap relasi gender. Dinamika kesetaraan gender dalam struktur dan pelayanan gereja menuntut transformasi institusional dan kultural.
References
Arifianto, Yonatan Alex, dan Yohana Fajar Rahayu. “Etis Teologi Kristen dalam Menyikapi Gerakan MeToo: Membaca Makna Kesetaraan Gender dalam Konteks Teologi dan Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual.” KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 2 (2025): 147–61.
Ayu Wijayanti, Nona Kharisma, dan Imanuel Teguh Harisantoso. “Women’s Ministry in the Javanese Christian Church in Feminist Ecclesiology.” TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 2 (2024): 136–46. doi:10.53674/teleios.v4i2.148.
Bonat, Talatu Marcus. The Impact of Formal Theological Education on Evangelical Church Winning All Women Graduates in Northern Nigeria. Biola University, 2020.
Budiardjo, Tri. Kasih dan Kepedulian: Pemikiran-Pemikiran tentang Teologi Integratif, Pelayanan Holistik, dan Transformasi. Penerbit Andi, 2024.
Chandradinata, Rendy Adiputra, Hary Kusumo Nugroho, dan Naftali Untung. “Membangun Gereja Yang Berkelanjutan: Integrasi Filiarki Dan Teologi Pentakostal Dalam Kepemimpinan Gereja.” Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan 11, no. 2 (2021): 260–73.
Christiaan, John Abraham, dan Stefanus Dully. “Teologi Feminisme Dan Pengaruhnya Terhadap Pemahaman Iman Kristen Dalam Kesetaraan Gender.” Jurnal Salvation 6, no. 1 (2025): 48–67.
Daulay, Harmona, Ina Sawitri, Fritz Hotman S Damanik, Doys Ivone, Dwi Wulan Pujiriyani, Ade Fristy Syahara, A Noer Chalifah Ramadhany, dkk. Perempuan: Dalam Bingkai Berbagai Perspektif Humaniora. Star Digital Publishing, 2025.
Friskila, Agnesia, Winarni Sugeanti, Jein Novita Sallo, Emelda Emelda, dan Kristiani Datu Arrang. “Rekonseptualisasi Teologi Kristen Dalam Konteks Postmodernisasi Dan Era Kontemporer: Tinjauan Terhadap Tantangan Dan Peluang.” Humanitis: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis 1, no. 4 (2023): 402–19.
Glanz, Judy L. “Exploration of Christian women’s vocational ministry leadership and identity formation in evangelical churches on the west coast.” Christian Education Journal 17, no. 2 (2020): 325–46.
Goha, Freis. “Gereja Yang Bermisi Bagi Kaum Perempuan di Era Post Modern.” Tepian: Jurnal Misiologi dan Komunikasi Kristen 4, no. 2 (2024): 139–49.
Halawa, Yuslina, Apia Ahalapada, dan Jonidius Illu. “Membangun Kepemimpinan Gereja Yang Berkelanjutan: Menyikapi Tantangan Regenerasi dan Konflik Sinode.” Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat 4, no. 1 (2025): 582–93.
Ibrahim, Ibrahim, Noviyanti Pangalingan, dan Aprianus Malan. “Koinonia vs Patriarki: Menafsirkan Kepemimpinan Perempuan dalam Lensa Filsafat Teologi.” Jurnal Bajidakka 1, no. 1 (2025): 30–49.
Jewadut, Jean Loustar, Urbanus Gara, dan Jimmy Yohanes Hironimus. “Kontribusi Teologi Pembebasan Bagi Feminisme Di Asia: Sebuah Kajian Kritis.” JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik 24, no. 1 (2024): 15–36.
Lahagu, Ardianto, Fredy Simanjuntak, Uswatun Hasanah, dan Jabes Pasaribu. “Kesetaraan Gender dan Panggilan Perempuan dalam Pemberitaan Injil.” Jurnal Teologi Gracia Deo 6, no. 2 (2024): 143–59.
Laritmas, Geret Paulus. “Rekonstruksi Eksistensi Perempuan melalui Kritik Sastra Feminis terhadap Kidung Agung 3: 1-5.” JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2025): 37–58.
Lestari, Nadia, Agnesia Nababan, Yenny Sibariang, Rio Situmeang, dan Melina Agustina Sipahutar. “Pendekatan dalam Menafsirkan Teks Alkitab dan Makna Teologisnya.” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 1, no. 04 (2025): 763–69.
Lolowang, Cassandra Laurensia, Beni Chandra Purba, dan Budi Kelana. “Dinamika Kepemimpinan Pastoral dalam Konteks Manajemen Gereja Modern.” JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 4 (2023): 40–53.
Luthfiah, Luthfiah Hazim, Adellyne Christiani Yosia Adellyne, Michelle Alexandra Tandjung Michelle, dan Valentiny Valentiny. “Pengaruh Pandangan Transgender Terhadap Agama Kristen.” Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 1, no. September (2024): 1–17.
Mahardika, Amadea Prajna Putra, dan Leo Perkasa Tanjung. “Kepemimpinan Perempuan Dalam Gereja: Membongkar Mitos Dan Meninjau Realitas.” Media: Jurnal Filsafat dan Teologi 5, no. 2 (2024): 181–204.
Manalu, Nugroho Agustinus, Otieli Harefa, dan others. “Peran Gereja dalam Menanggapi Isu Sosial di Tengah Keberagaman Budaya dan Agama di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2, no. 2 (2025): 124–36.
Manalu, Yunita Sardo, Rikardo P Sianipar, dan Selviawati Selviawati. “Kajian Teologis Pelayanan Pastoral Berdasarkan Galatia 3: 28 terhadap Partisipasi Wanita Pentakosta.” Jurnal Teologi Cultivation 8, no. 2 (2024): 375–89.
Mawikere, Marde Christian Stenly, Sudiria Hura, dan Jean Calvin Riedel Mawikere. “Injil, Budaya Dan Pancasila Bagi Transformasi Sosial Menurut Kajian Richard Siwu Sebagai Gagasan Teologi Publik Indonesia.” DA’AT: Jurnal Teologi Kristen 5, no. 2 (2024): 103–25.
Naidoo, Marilyn. “Gender Equity as Partnership in the Religious Training of Christian Leaders in Africa.” Journal of International Women’s Studies 27, no. 2 (2025): 3.
Padakari, Seprianus L, dan Rezeki Putra Gulo. “Teologi dan keadilan sosial: Peran gereja dalam merespons ketimpangan global.” Tumou Tou 12, no. 1 (2025): 41–52.
Paelongan, Adelia. “Massiala Tedong Taa Baine: Studi Teologi Feminis Budaya terhadap Tradisi Massiala Tedong Taa Baine di Dende’Toraja Utara.” Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, 2024.
Pranoto, Minggus Minarto. “Selayang Pandang Tentang Teologi Feminis Dan Metode Berteologinya.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 2, no. 1 (2018): 1–18.
Putrawan, Bobby Kurnia. “Perempuan dan Kepemimpinan Gereja: Suatu Dialog Perspektif Hermeneutika Feminis.” Kurios 6, no. 1 (April 2020): 114. doi:10.30995/kur.v6i1.130.
Rangga, Oktavianus, dan Nelcy Mbelanggedo. “Feminisme dan Teologi: Perubahan Paradigma Dalam Pendidikan Agama Kristen.” SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 2 (2025): 100–116.
Ranubaya, Fransesco Agnes, dan Yohanes Endi. “Kesetaraan Gender: Perempuan Dalam Perspektif Ajaran Gereja Katolik Menurut Gaudium Et Spes.” Kamaya: Jurnal Ilmu Agama 6, no. 2 (2023): 224–34.
Rinaldi, Rinaldi, dan Yulfa Lumbaa. “Kesetaraan Gender ‘Perjuangan Perempuan dalam Menghadapi Diskriminasi.’” Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora 2, no. 3 (2024): 242–51.
Ruhulessin, Cleopatriza Th F. Teologi Pembebasan: Praksis Berteologi Dalam Konteks Penderitaan. PT. Revormasi Jangkar Philosophia, 2025.
Saputra, Y C K. Komunitas Basis Gereja: Model Pastoral Gereja Katolik yang Hidup. Penerbit KBM Indonesia, 2025.
Sentia Simbolon & Jaya Nainggolan. “Pengaruh Teologi Global Terhadap Kerukunan Agama Kristen.” Journal Education, Sociology and Law 1, no. 1 (2025): 1–23.
Siagian, Rismauli, dan Jaya Naingolan. “Dinamika teologi-teologi agama dalam praktik pastoral.” Journal Education, Sociology and Law 1, no. 1 (2025): 683–97.
Sian, Lie Ing. “Sebuah Tinjauan Terhadap Teologi Feminis Kristen.” Jurnal Veritas 4, no. 2 (2003): 271.
Simatupang, Jhonnedy Kolang Nauli, dan others. “Teologi Pembebasan dalam Konteks Pembatasan Kaum Perempuan dalam Ibadah berdasarkan 1 Timotius 2: 11-12.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 7, no. 2 (2025): 310–29.
Suoth, Vanny Nancy. Misi, Pendidikan dan Transformasi Sosial: Pelayanan Holistik Gereja. Gema Edukasi Mandiri, 2024.
Tonglo, Yunita Tandi, dan Febrianti Sambo Tiboyong. “Transformasi Spiritual: Membangun Keadilan Dan Perlindungan Bagi Perempuan Dan Anak-Anak Dalam Teologi Sosial.” Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat 3, no. 1 (2025): 87–94.
Wibowo, Daniel Ari. “Kristen Progresif: Analisis Kritis Terhadap Penyimpangan Teologis dalam Pemikiran Modern.” Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (2024): 188–204.
Wibowo, Darren Milano, dan Andreas Budi Setyobekti. “Feminisme dan Teologinya: Interpretasi Hosea 4: 6 di Era Postmodern.” Ritornera-Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 4, no. 3 (2024): 152–63.
Wospakrik, Martha. “Perempuan Dalam Teologi Kristen: Perspektif Teologi Feminis: Women in Christian Theology: A Feminist Theology Perspective.” MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual 6, no. 2 (2025): 159–66.
Wuritimur, A, J Salettia, M Malingkas, I Welerubun, dan ... Misteri Dialog dan Tantangan Etis-Religius Kontemporer. MEGA PRESS NUSANTARA, 2024.
Zacharias, Triardi Samuel. “Menimbang Ulang Pemahaman Wahyu Supra-Historis dalam Pembacaan Kita Suci dalam Hubungannya dengan Konteks Gender.” Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 4, no. 3 (2024): 223–34.
Zurlo, Gina A. “Gender gaps in world Christianity: Membership, participation, and leadership.” Review of Religious Research 66, no. 4 (2024): 512–36.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yohana Fajar Rahayu, Elisa Nimbo Sumual, Yonatan Alex Arifianto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















