Persahabatan Dengan Dunia sebagai Krisis Loyalitas Iman dan Relevansinya bagi Gereja Kontemporer: Yakobus 4:1–10
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.808Keywords:
James 4:1–10, Friendship With the World, Historical-Critical Interpretation, Human Desires, Reconciliation of Faith, Hawa Nafsu, Persahabatan Dengan DuniaAbstract
James 4:1–10 focuses on the theme of friendship with the world as a form of hostility toward God through a historical-critical interpretation. James emphasizes faith in concrete practice through deeds within the life of the Christian community. This study highlights conflict rooted in hēdonē (lust), contrasted with loyalty and the priority of faith in the early Christian community and related to the present social context. The method used is qualitative, based on literature study with historical-critical analysis of the social, cultural, and theological background of the text. The findings show that conflict and communal unfaithfulness stem from desires that do not prioritize God in life. The term moichalides as a metaphor for “spiritual adultery” (James 4:4) refers to the Old Testament prophetic tradition describing the breakdown of the covenant relationship due to worldly orientation. James affirms that this issue is not merely ethical, but a theological crisis of loyalty that affects both vertical and horizontal relationships. Therefore, this text remains relevant in a contemporary context marked by materialism and individualism, emphasizing that Christian faith must be active, ethical, and oriented toward the restoration of relationships with God and others.
Abstrak
Yakobus 4:1–10 berfokus pada tema persahabatan dengan dunia sebagai bentuk permusuhan kepada Allah melalui tafsiran historis-kritis. Yakobus menekankan iman dalam praktik nyata melalui perbuatan dan kehidupan komunitas Kristen. Penelitian ini menyoroti konflik yang berakar pada hawa nafsu (hēdonē), diperhadapkan dengan loyalitas dan prioritas iman dalam komunitas Kristen mula-mula serta dikaitkan dengan konteks sosial masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur dengan analisis historis-kritis terhadap latar sosial, budaya, dan teologi teks. Kajian menunjukkan bahwa konflik dan ketidaksetiaan komunitas bersumber dari hawa nafsu yang tidak memprioritaskan Allah. Istilah moichalides sebagai metafora “perzinahan rohani” (Yak. 4:4) merujuk pada tradisi profetik Perjanjian Lama tentang rusaknya relasi perjanjian akibat orientasi duniawi.Yakobus menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar etika, melainkan krisis loyalitas teologis yang berdampak pada relasi vertikal dan horizontal. Karena itu, teks ini relevan bagi konteks kini yang ditandai materialisme dan individualisme serta menegaskan bahwa iman Kristen harus aktif, etis, dan berorientasi pada pemulihan relasi dengan Allah dan sesama.
References
Abin, Blasius. “Rejecting Cain’s Offering but Accepting Abel’s: Exegetical and Theological Study on Genesis 4:3-5,” 23 Agustus 2022. doi:10.5281/ZENODO.7016009.
Blomberg, Craig L, dan J. Kamell Mariam. James. Zondervan Exegetical Commentary on the New Testament. Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2008.
Brown, Colin. The New International Dictionary of New Testament Theology. Vol. 2. Zondervan, 1976.
Cox, Harvey. The Market as God. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press, 2019.
Davids, Peter H. The Epistle of James: a commentary on the Greek text. The New international Greek Testament commentary. Grand Rapids, Mich: Eerdmans, 1982.
Dibelius, Martin, dan Heinrich Greeven. James: A Commentary on the Epistle of James. Hermeneia--a Critical and Historical Commentary on the Bible. Philadelphia: Fortress Press, 1976.
Gea, Leniwan Darmawati, dan Markus Domilius Mastilia Illuko. “Pendidikan Agama Kristen di Era Kompetitif dan Peran Guru Kristen.” Jurnal Teologi Injili 4, no. 1 (2024). doi:10.55626/jti.v4i1.79.
———. “Pendidikan Agama Kristen di Era Kompetitif dan Peran Guru Kristen.” Jurnal Teologi Injili 4, no. 1 (30 Juni 2024): 63–74. doi:10.55626/jti.v4i1.79.
Gundry, Robert, dan Robert H. Gundry. Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Baker Academic, 2010.
Gutiérrez, Gustavo. A Theology of Liberation: History, Politics, and Salvation. Maryknoll, N.Y: Orbis Books, 1988.
Hardiyanto, Gideon. “Pentingnya Hikmat Dalam Menghadapi Keadaan Yang Serba Sulit: Refleksi Surat Yakobus.” Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani 1, no. 2 (1 Desember 2021): 136–52. doi:10.38189/jtk.v1i2.218.
Henry, Karabbendam. The Epistle of James: Tender Love in Tough Pursuit of Total Holiness. 1 vol. Eugene, Oregon: Wipf & Stock, 2006.
HKBP. Pengakuan Iman HKBP 1951 & 1996. Pematangsiantar: Percetakan HKBP, 2013.
Igbo, Philip. “The Use of Marriage and Family Metaphors in the Prophecy of Hosea.” Nsukka Journal of Religion and Cultural Studies 11 (28 Juli 2023). https://journal.njrcs.org/index.php/njrcs/article/view/28/26.
Iksantoro, Iksantoro, dan Yunus Kamo. “Rumusan Iman yang Benar Menurut Yakobus 1:19-27.” Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani 4, no. 1 (30 Mei 2024): 82–96. doi:10.38189/jtk.v4i1.864.
Jhon, MacArthur. James. MacArthur New Testament Commentary. Chicago: Moody Press, 1988.
McKnight, Scot. The Letter of James. The New International Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Co, 2011.
———. The Letter of James. The New International Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Co, 2011.
Moo, Douglas J. The letter of James. The Pillar New Testament commentary. Grand Rapids, Mich. : Leicester, England: Eerdmans ; Apollos, 2000.
Parker, Thomas J. “Introductory Formulae and Jesus’s Teaching in James.” Evangelical Quarterly 93, no. 1 (12 April 2022): 20–39. doi:10.1163/27725472-09301007.
Pattinaja, Aska, Caroline Maahaly, dan James Hendarto. “Kajian Hermeneutik Frase ‘Salah Berdoa’ Berdasarkan Yakobus 4:3 Sebagai Implementasi Motivasi Dalam Berdoa.” EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 1 (9 November 2023): 65–82. doi:10.63576/ekklesia.v2i1.40.
Powell, Mark Allan. Introducing the New Testament: a historical, literary, and theological survey. Second Edition. Grand Rapids, Michigan: Baker Academic, 2018.
Sitompul, A.A, dan Ulrich Beyer. Metode Penafsiran Alitab. Cetakan 13. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2008.
Strange, James Riley. The moral world of James: the epistle in its Greco-Roman and Judaic environments. Studies in biblical literature, v. 136. New York: P. Lang, 2010.
Sugianto, Edi. “From Temptation to Sin: A Theological Study of Human Moral Struggles.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 9, no. 1 (27 Maret 2025): 63–81. doi:10.46445/ejti.v9i1.850.
Sutanto, Hasan. Surat Yakobus: berita perdamain yang patut didengar. Cet. 1. Malang: Literatur Saat, 2006.
Sutriatmo, Sutriatmo. “Konsep Keselamatan di Dalam Yesus: Ketaatan Pada Firman Versus Ketaatan Pada Perbuatan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 4, no. 2 (16 Maret 2022): 358–77. doi:10.38189/jtbh.v4i2.164.
Taylor, Charles. A secular age. Cambridge, Mass: Belknap Press of Harvard University Press, 2007.
Van Der Merwe, Dirk G. “The spirituality of endurance: Job in the epistle of James.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 80, no. 1 (27 November 2024). doi:10.4102/hts.v80i1.9999.
Yabes, Tang Aldi dan Yusuf Setiawan Sudarso Kusumo. “Keselarasan Iman Dan Perbuatan Dalam Teologi Keselamatan Menurut Erastus Sabdono.” Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral 5, no. 1 (29 Juni 2024): 71–86. doi:10.46408/vxd.v5i1.437.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agung Simangunsong, Raulina Raulina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















