Konsep Diri Majelis dan Idealisme Moral dalam Kepemimpinan Kristen-Jawa: Kajian Sosiologi Agama

Authors

  • Adhitya Chris Nugroho UKSW
  • Suwarto Adi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Agus Supratikno Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.801

Keywords:

Idealisme Moral, Congregational Participation, Javanese-Christian Leadership, Moral Idealism, Self-Concept of Church Elders, Kepemimpinan Kristen-Jawa

Abstract

Church leadership within local cultural contexts represents an intersection between theological values and social constructions that shape the practice of faith. In the Javaness tradition, leadership is inseparable from cultural ethics that emphasize harmony, social balance, and refined relational conduct. This study aims to analyze the self-concept of church elders and moral idealism in Javanese-Christian leadership at GKJ Kotagede Yogyakarta, particularly in relation to the low level of congregational participation in church ministry. This research employs a qualitative approach using an ethnographic method to explore subjective experiences, symbolic meanings, and social practices in the relationship between church leaders and congregants. The findings indicate that leadership at GKJ Kotagede is shaped by a dialectic between Christian theology of service and Javanese ethical values that are paternalistic and subtle in nature. This construction positions church elders as the center of moral and spiritual authority, leading congregants to perceive themselves primarily as recipients rather than active subjects of ministry. Consequently, this hierarchical symbolic relationship contributes to the low level of congregational participation. This study recommends the development of a more participatory, dialogical, and emancipatory model of church leadership while remaining rooted in Christian theological values and Javanese cultural traditions.

Abstrak
Kepemimpinan gereja dalam konteks budaya lokal merupakan ruang perjumpaan antara nilai-nilai teologis dan konstruksi sosial yang membentuk praktik hidup beriman. Dalam tradisi Jawa, kepemimpinan tidak dapat dilepaskan dari etika budaya yang menekankan harmoni, keselarasan, dan relasi sosial yang halus. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep diri majelis dan idealisme moral dalam kepemimpinan Kristen-Jawa di GKJ Kotagede Yogyakarta, khususnya kaitannya dengan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan kemajelisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami pengalaman subjektif, makna simbolik, dan praktik sosial dalam relasi antara majelis dan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan di GKJ Kotagede dibentuk oleh dialektika antara teologi pelayanan Kristen dan etika budaya Jawa yang bersifat paternalistik dan halus. Konstruksi ini melahirkan figur majelis sebagai pusat otoritas moral dan spiritual, sehingga jemaat cenderung memposisikan diri sebagai penerima pelayanan, bukan sebagai subjek aktif. Akibatnya, relasi simbolik yang hierarkis ini berkontribusi pada rendahnya partisipasi jemaat. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model kepemimpinan gereja yang lebih partisipatoris, dialogis, dan emansipatoris tanpa melepaskan akar teologis dan kultural Jawa.

References

Abdullah, Irwan. “Konstruksi dan reproduksi kebudayaan.” (No Title), 2006.

Ammerman, Nancy T. “Denominations, congregations, and special purpose groups.” Dalam Handbook of religion and society, 133–54. Springer, 2016.

Borrong, Robert P. “Kepemimpinan dalam gereja sebagai pelayanan.” Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 2, no. 2 (2019).

Bourdieu, Pierre. “Distinction a social critique of the judgement of taste.” Dalam Inequality, 287–318. Routledge, 2018.

Casanova, José. Public religions in the modern world. University of Chicago press, 1994.

Creswell, John W, dan Cheryl N Poth. Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications, 2016.

Fauzan, Ahmad Al, Bima Fahima, Elis Anggun Geminastiti, Hanifa Rahma Hadi, M Lutfi Firdaus, Maria Renata, dan M Rizqi Ramadhan. “Budaya Jawa dan peranannya dalam nilai-nilai kepemimpinan.” Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia 4, no. 1 (2021): 40–45.

Geertz, Clifford. The religion of Java. University of Chicago press, 1976.

Goffman, Erving. Interaction ritual: Essays in face-to-face behavior. Routledge, 2017.

———. “The presentation of self in everyday life. 1959.” Garden City, NY 259 (2002): 2002.

Greenleaf, Robert K. Servant leadership: A journey into the nature of legitimate power and greatness. Paulist press, 2013.

Irawati, Enny. “Keteladanan Kepemimpinan Yesus Serta Implikasi Terhadap Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 10, no. 1 (2021): 169–84.

Jawa, Sinode Gereja-Gereja Kristen. “Tata Gereja Gereja Kristen Jawa.” Salatiga: Sinode GKJ, 2015.

Kooij, Rijn van. Menguak fakta, menata karya nyata: sumbangan teologi praktis dalam pencarian model pembangunan jemaat kontekstual. BPK Gunung Mulia, 2007.

Labeti, Uri Christian Sakti. “Pandangan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Terhadap Budaya Dalam Konteks Masyarakat Jawa.” Jurnal Teologi Berita Hidup 4, no. 1 (2021): 60–81.

Lolowang, Cassandra Laurensia, Beni Chandra Purba, dan Budi Kelana. “Dinamika kepemimpinan pastoral dalam konteks manajemen gereja modern.” JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 4 (2023): 40–53.

Magnis-Suseno, Franz. “Etika Jawa.” Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: PT. Gramedia, 1984.

Mahanugra, Ones. “Kepemimpinan Pelayan Sebagai Tanggung Jawab Etis di Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ).” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 7, no. 1 (2025): 83–103.

Mulder, Niels. Inside Thai society: Interpretations of everyday life. The Pepin Press, 1996.

———. Mistisisme Jawa. Lkis Pelangi Aksara, 2001.

Nurcahyo, Jati. “Makna simbolik tokoh wayang Semar dalam kepemimpinan Jawa.” Media Wisata 16, no. 2 (2018).

Putnam, Robert D. “Bowling alone: The collapse and revival of American community.” Simon Schuster, 2000.

Soekotjo, Sigit Heru. “Sejarah gereja-gereja Kristen Jawa Jilid 1: di bawah bayang-bayang zending 1858-1948.” Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen bekerjasama dengan Lembaga Studi dan Pengembangan (LSP) Gereja-gereja Kristen Jawa, 2009.

Soesilo, Teilhard. “Dari Sultan ke Santri: Konsep Kuasa dan Perubahan Otoritas Keagamaan dalam Masyarakat Jawa.” Diskursus-Jurnal Filsafat Dan Teologi Stf Driyarkara 20, no. 2 (2024): 274–92.

Sterkens, C J A. Challenges for the modern church in empirical ecclesiology. Brill, 2004.

Tazid, Abu, dan Kuswatul Masfufah Zain. “Pertarungan Public Stigma Dan Defensive Symbolic Pada Denominasi Sosial Kyai.” Journal of Public Power 8, no. 1 (2024): 1–14.

Tedjoworo, Hadrianus. “Contextual Ecclesiology through Cultural Images: Spiritual and Devotional Models of the Church in Java.” Journal of Contemporary Rituals and Traditions 3, no. 1 (2025): 21–38.

Wahono, Setyo. “Konsepsi Identitas Gereja Kristen Jawa Dalam Konteks Kehidupan Gereja Kristen Jawa Wonocatur Sebagai Dasar Untuk Melaksanakan Tugas Panggilan Gereja.” Tesis UKDW, 2018, 5.

Wahyudin, Wahyudin. “Kepemimpinan Perguruan Dalam Perspektif Teori Interaksionisme Simbolik Dan Dramaturgi.” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 14, no. 2 (2016): 149–71.

Wijaya, Yahya. “Kepemimpinan Yesus Sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini.” Jurnal Jaffray 16, no. 2 (2018): 129–44.

Published

2026-06-01