Iman Kristen dan Problem Mengemis Online: Tanggung Jawab Gereja terhadap Kemiskinan

Authors

  • Nelpi Lampita Br Munte Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta
  • Andreas Eko Nugroho Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta
  • Philip Suciadi Chia Sekolah Tinggi Teologi Injil Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.774

Keywords:

Abraham Kuyper, Online Begging, Poverty, Social Problems, Kemiskinan, Mengemis Online

Abstract

Online begging is a phenomenon that has emerged and been considered controversial in the digital space. This practice is not only carried out by people who are physically and economically disadvantaged, but also by those who are physically and economically capable. However, the root cause of the phenomenon of online begging is widespread poverty. That is why the purpose of this study is to explore the phenomenon of online begging as an act of exploitation of poverty and the responsibility of the church in alleviating poverty from the perspective of Christian faith and Kuyper's social problem theory. This qualitative study uses the library research method. The results of this study show that in the midst of modernity and technological advances, poverty is exploited and commercialized for profit. In line with Kuyper's speech, the church needs to educate its congregation and provide opportunities for skills training. The church also needs to foster solidarity among its members so that the rich help the poor and those who do not have decent jobs.

Abstrak
Mengemis online merupakan fenomena yang sempat muncul dan dinilai kontroversial di ruang digital. Praktik ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang mengalami kekurangan secara fisik dan ekonomi, tapi juga dilakukan orang-orang yang mampu. Meski demikian, akar dari fenomena mengemis online adalah kemiskinan yang meluas. Itu sebabnya tujuan dari penelitian ini adalah menggali fenomena mengemis online sebagai tindakan eksploitasi kemiskinan dan tanggung jawab gereja dalam mengentaskan kemiskinan dari teori iman Kristen dan problem sosial Kuyper. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode library research. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa di tengah modernitas dan kemajuan teknologi, kemiskinan justru di eksploitasi dan dikomersialkan untuk mendapatkan benefit. Sesuai dengan pidato yang disampaikan Kuyper, maka gereja perlu melakukan edukasi kepada warga jemaat serta membuka ruang-ruang pelatihan keterampilan. Gereja juga perlu menggalang solidaritas warganya agar mereka yang mampu dan kaya secara finansial dapat membantu yang miskin dan tidak memiliki pekerjaan yang layak.

References

Abu Issa, Hamzeh, Naji Al wreikat, Tareq Al-billeh, dan Tariq Alhasan. “From Streets to Screens: Legal Implications of Internet Begging.” Humanities and Social Sciences Communications 12, no. 1 (2025): 916. doi:10.1057/s41599-025-05189-w.

Belcher, Lawrence J. “Poverty and Aid to the Poor: Scripture, Kuyper’s Sphere Sovereignty and Entitlement Spending.” Journal of Biblical Integration in Business 19, no. 1 (2016): 73–84. doi:10.69492/jbib.v19i1.435.

Brahim, Halbaoui, Seddiki Mohammed, dan Laichi Saad. “Electronic Begging: A New Phenomenon in the Era of Technology.” Journal for Educators, Teachers and Trainers 14, no. 4 (2025): 192–209. doi:10.47750/jett.2025.16.04.013.

Bratt, James D. “Passionate About the Poor: The Social Attitudes of Abraham Kuyper.” Journal of Markets & Morality 5, no. 1 (2002): 35–44.

Cakrawala, Jatayu Bias, Alfia Rahma Permatasari, Wahida Okta Khoirunnisa, Avisena Kemal Elsyifa, dan Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas. “Komodifikasi Empati: Eksplorasi Fenomena ‘Ngemis Dan Nyawer’Online Di Media Sosial TikTok.” JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi informasi) 26, no. 1 (2024): 1–14.

Dhamayanti, Elfryda Amelia, Puti Alifa Layynasha Alamsyah, Sarah Derma Ekaputri, dan Salsabilla Widyarto. “Eksplorasi Interaksi Simbolik Pengemis Online di Ekosistem TikTok.” Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi 6, no. 1 SE-Articles (5 April 2024): 59–69. doi:10.37715/calathu.v6i1.4508.

Eggelio, Erik Various. “Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda).” Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 4, no. 2 (2024): 157–68. doi:10.21460/aradha.2024.42.1139.

Gaikwad, Bharati Pramod. “Begging For Change: The Role Of Social Work In Addressing The Exploitation Of Child Beggars In Indian Cities.” Journal of East-West Thought (JET) ISSN (O): 2168-2259 UGC CARE I 15, no. 2 (2025): 163–74.

Hendi, Hendi. “Studi Roma 13:1-7 : Ketaatan kepada Pemerintah sebagai Wujud Kesadaran Moral.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 15, no. 2 SE-Articles (1 Oktober 2014): 199–218. doi:10.36421/veritas.v15i2.297.

Hengstmengel, Joost. “The Amateur Economist: Abraham Kuyper and Economics.” Journal of Economics, Theology and Religion 1, no. 2 (2021): 137–58.

Isnawan, Fuadi. “Tinjauan Hukum Pidana Terhadap Fenomena ‘Mengemis’ Online Melalui Media Sosial.” Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum 12, no. 1 (2023): 116–29. doi:10.34304/jf.v12i1.106.

Kristanto, Samuel Hans, Selviawati Selviawati, dan Tju Lie Lie. “Pendidikan Karakter Kristen di Sekolah dalam Membangun Etika Kebebasan Berpendapat Generasi Z Bermedia Sosial.” Davar: Jurnal Teologi 5, no. 2 (2024): 81–93. doi:10.55807/davar.v5i2.184.

Kuyper, Abraham. Iman Kristen Dan Problema Sosial. Surabaya: Momentum, 2004.

Lasiyono, Untung, dan Wira Yudha Alam. Metode Penelitian Kualitatif. Sumedang: CV Mega Press Nusantara, 2024.

Ma, Li, dan Jin Li. “Tocqueville and Kuyper on the Problem of Poverty in Modern Society.” Journal of Markets & Morality 21, no. 2 (2018): 241–358.

Owusu-Sekyere, Ebenezer, Enock Jengre, dan Eliasu Alhassan. “Begging in the city: Complexities, degree of organization, and embedded risks.” Child Development Research 2018, no. 1 (2018): 9863410. doi:10.1155%2F2018%2F9863410.

Pattiasina, Sharon Michelle O. “Pemberdayaan Kaum Miskin Sebagai Panggilan Gereja terhadap Masalah Kemiskinan.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 4, no. 1 (2021): 125–40. doi:10.34307/b.v4i1.238.

“Persentase Penduduk Miskin Maret 2025 turun menjadi 8,47 persen. - Badan Pusat Statistik Indonesia.” Diakses 10 November 2025. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2518/persentase-penduduk-miskin-maret-2025-turun-menjadi-8-47-persen-.html.

Pratama, Dicky Wahyu, Uswatun Hasanah, dan Hedhri Nadhiran. “Studi Kritis Terhadap Praktik E-Begging Dalam Tiktok Live Menurut Pemahaman Hadis Dan Prinsip Etika Sosial.” Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Hadist 8, no. 2 SE-Articles (6 Oktober 2025): 239–55. doi:10.35132/albayan.v8i2.1252.

Ramadhan, Rizki. “Stigma Dan Kapitalisasi Kemiskinan: Studi Kehidupan Sosial Komunitas Pengemis Di Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan.” Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) 7, no. 1 (2024): 161–77. doi:10.30829/jisa.v7i1.20211.

Ramdani, Muhammad Zaky, Fatihi Nasution, Rifky Panji Afriansyah, dan Dhimas Aryo Vipha Ananda. “Representasi Eksploitasi Kemiskinan dalam Konten TikTok Goyang Sadbor.” Jurnal Audiens 6, no. 3 SE-Articles (30 September 2025): 470–81. doi:10.18196/jas.v6i3.555.

Siburian, Hendro Hariyanto, dan Marisa Theofani. “Peran Pendidikan Agama Kristen sebagai Upaya Preventif dalam Mengatasi Persoalan Kemiskinan,” 2026.

Sirait, Hikman. Tema-Tema Teologi Perjanjian Lama, Sejarah-Budaya, Tafsiran dan Kontekstualisasi. Jakarta: Hegel Pustaka, 2018.

———. “Tinjauan Alkitabiah Atas Krisis Ekonomi Global.” The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan 6, no. 1 (2020): 18–34. doi:10.54793/teologi-dan-kependidikan.v6i1.12.

Stephen, Manya Wandefu. “An Examination of the Biblical Dialogue on Poverty and the Poor.” International Journal of Research and Innovation in Social Science 2, no. 10 (2018): 45–48.

Surbakti, Sinarta Putra P, Masruri Muchtar, dan Pardomuan Robinson Sihombing. “Analisis pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemiskinan di Indonesia periode 2015-2021.” Ecoplan 6, no. 1 (2023): 37–45. doi:10.20527/ecoplan.v6i1.631.

“The World Bank’s Updated Global Poverty Lines: Indonesia.” Diakses 10 November 2025. https://www.worldbank.org/en/news/factsheet/2025/06/13/updated-global-poverty-lines-indonesia.

Tuininga, Matthew J. “Abraham Kuyper and the Social Order: Principles for Christian Liberalism.” Journal of Markets and Morality 23, no. 2 (2020): 337.

Ugwu, Ndidiamaka V, dan Kanayochukwu M Okoye. “Begging Enterprise: A Growing Trend Among Igbo Christians in Nsukka Urban.” HTS Teologiese Studies/Theological Studies 78, no. 4 (2022). doi:10.4102/hts.v78i4.7106.

Waruwu, Tommi Ferdinan, dan Tju Lie Lie. “Quiet Quitting.” The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan 11, no. 1 (2025): 18–38. doi:10.54793/teologi - dan - kependidikan.v11i1.185.

Witte Jr, John. “The Biography and Biology of Liberty: Abraham Kuyper and the American Experiment.” Koers-Bulletin for Christian Scholarship 64, no. 2/3 (1999): 173–95. doi:10.4102/koers.v64i2/3.500.

Published

2026-06-01