Kedai Kopi Gereja sebagai Ruang Penginjilan dan Pemberdayaan Jemaat: Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.692Keywords:
Church Coffee Shop, Church, Evangelism, EucharistAbstract
Social and cultural transformations in the contemporary era require the Church to formulate mission strategies that are contextual without neglecting its core teachings. This study explores the integration of the practice of fellowship (hospitality), as a sacramental and communal expression, with the functions of modern public spaces such as coffee shops as a means of evangelism. In this context, fellowship is not an official liturgy as in formal worship services, but a form of communion that manifests contextually in informal spaces like coffee shops, where evangelistic and pastoral values can grow organically. This research aims to examine the potential of coffee shops as meeting spaces that support contextual evangelism and church ministry. The study employs a qualitative method with a literature review approach, analyzing books and journal articles related to church mission, contextual evangelism, and the presence of the church in social spaces. The findings indicate that coffee shops have the potential to serve as inclusive, dialogical, and strategic mission spaces for the contemporary Church in carrying out its evangelistic task.
Abstrak
Transformasi sosial dan budaya di era kontemporer menuntut Gereja untuk merumuskan strategi misi yang kontekstual tanpa mengabaikan ajaran intinya. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi praktik persekutuan (hospitality) sebagai ekspresi sakramental dan komunal dengan fungsi ruang publik modern seperti coffee shop sebagai sarana penginjilan. Dalam konteks ini, persekutuan bukanlah liturgi resmi seperti dalam ibadah formal, melainkan bentuk kebersamaan yang hadir secara kontekstual dalam ruang informal seperti coffee shop, di mana nilai-nilai evangelistik dan pastoral dapat bertumbuh secara organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi coffee shop sebagai ruang perjumpaan yang mendukung penginjilan kontekstual dan pelayanan gereja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui analisis buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan misi gereja, penginjilan kontekstual, dan kehadiran gereja dalam ruang sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop memiliki potensi sebagai ruang misi yang inklusif, dialogis, dan strategis bagi Gereja masa kini dalam menjalankan tugas penginjilannya.
References
A. Reid. Introduction to Evangelism. Nashville: TN: Broadman & Holman Publishers, 1998.
Arcus, “Miranda S. Goeltom Pimpin BUMG GPIB. “Gereja Protestan Di Indonesia Bagian Barat,” 2019. https://gpib.or.id/miranda-s-goeltom-pimpin-bumg-gpib/.
Ayub Yahya. Titik Nol: Saat Pendeta Tidak Di Mimbar. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
David J. Bosch. Transformasi Misi Kristen: Sejarah Teologi Misi Yang Mengubah Dan Berubah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.
David R. Ray. David R. Ray, Gereja Yang Hidup: Ide-Ide Segar Menjadikan Ibadah Lebih Indah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
Emanuel G. Singgih. Dari Ruang Privat Ke Ruang Publik: Sebuah Kumpulan Tulisan Teologi Kontekstual Emanuel Gerrit Singgih. Yogyakarta: Kanisius, 2020.
G. Guitian. Theology of Work: Context, Integration, Challenge,” in Theology of Work: New Perspectives. New York: Routledge Publishing, 2024.
GKPS. “Bagian Properti Biro Usaha GKPS,” Biro Usaha GKPS, accessed June 6,” 2025. https://birousaha.gkps.or.id/properti/.
———. “‘Perdana Kopi RBM Di Haranggaol,’ Yayasan Idop Ni Uhur,” 2021. https://rbmgkps.org/2021/07/02/perdana-kopi-rbm-di-haranggaol/.
Graham H. Hill. World Christianity: An Introduction. Eugene: Wipf & Stock Publishers, 2024.
H. Ruslijanto. H. Ruslijanto, Metode Penulisan Dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran, 2000.
Harianto G. Panembahan. Gospel for City: Strategi Transformasi Melalui Misi Penginjilan. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2025.
Harun Y. Natonis, Yepri Leluk, Taroci Cantika Nafi, dan Irene Bire Logo. “Revitalisasi Ibadah Malam Mengatasi Tantangan Majelis yang Mengabaikan Pelayanan di Jemaat Imanuel Natoen.” JILIE, 2026. doi:https://doi.org/10.63822/hjrbxk41.
HKBP. HKBP, Notulen Rapot Pandita HKBP 25-28 Oktober 2021. Tarutung: Kantor Pusat HKBP, 2021.
J. I. Packers. Evangelism and the Sovereignty of God. Downers Grove: IL: InterVarsity Press, 2009.
James F. White. Introduction to Christian Worship. Nashville: Abingdon Press, 2016.
Keluarga Besar Samuel Timpa Padan. Hidup Bersama Allah Jadi Produktif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2020.
M. Hersberger. M. Hersberger, Hospitalitas - Orang Asing: Teman Atau Ancaman? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
M. Lichman. M. Lichtman, Qualitative Research in Education: A User’s Guide. New York: SAGE Publishing, 2012.
Made Gunaraksawati Mastra ten Veen. Teologi Kewirausahaan: Konsep Dan Praktik Bisnis Gereja Kristen Protestan Di Bali. Jakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2019.
Marbun, Purim. Peran Gereja dan Keluarga dalam Pembinaan Rohani Jemaat. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2021.
P. Purba and dkk. Parguruan Dan Parjumatanganan: Elaborasi Konstruktif Eklesiologi GKPS. Yogyakarta: Penerbit KBM Indonesia, 2025.
Pardomuan Simanullang. Pembelajaran Budi Pekerti Berbasis Budaya Batak Toba. Jakarta: Publica Indonesia Utama, 2022.
R. Gallaty. Rediscovering Discipleship (Menemukan Ulang Pemuridan): Menjadikan Kata-Kata Terakhir Yesus Sebagai Tugas Utama Kita. Surabaya: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2018.
R. K. Loftin and T. Dimsdale. Work in Christian Perspective: An Introduction,” in Work: Theological Foundations and Practical Implications, ed. R. K. Loftin and T. Dimsdale. London: SCM Press, 2018.
R. Leach. The Church Treasurer’s Handbook. Norwich: Canterbury Press, 2012.
Rahardi, F. Menguak Rahasia Bisnis Gereja. Jakarta: Trans Media Pustaka, 2007.
Robert H. Gundry. Commentary on Hebrews. Grand Rapids: MI: Baker Publishing, 2011.
Sharan B. Merriam. Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. San Francisco: Wiley-Blackwell Publishing, 2009.
Siagian, Riris J. “Transformasi Kedai Tuak Sebagai Sarana Penginjilan Gereja.” Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020).
S.Prodjowijono. S. Prodjowijono, Manajemen Gereja: Sebuah Alternatif. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Stephen D. Lenz. The Business of Church. Waynessville: High Bridge Books, 2021.
Thom S. Rainer. I Am a Church Member: Discovering the Attitude That Makes the Difference. Nashville: B&H Publishing Group, 2013.
Thomas C. Oden. Pastoral Theology: Essentials of Ministry. San Francisco: Harper & Row, 1983.
Timothy A. van Aarde. The Missions and Missional Purpose of Ephesians: Participation in the Mission of God. Eugene: Wipf & Stock Publishers, 2024.
Tremper Longmann III and David E. Garland. The Expositor’s Bible Commentary Vol. 1. Grand Rapids: MI: Zondervan Publishing, 2008.
W. J. Moon and W. B. Simon. Effective Intercultural Evangelism: Good News in a Diverse World. Downers Grove: IL: IVP Academic, 2021.
Wendy Sepmady Hutahaean. Wendy S. Hutahaean, Kepemimpinan Wirausaha Kristen. Malang: Ahlimedia Book, 2021.
William S. Campbell. Romans: A Social Identity Commentary. London: Bloomsbury, 2023.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Parlaungan Christoffel Simanjuntak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















