Pemanfaatan AI Sebagai Upaya Mengembangkan Motivasi Bersaksi di Cyberspace
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.686Keywords:
Artificial Intelligence (AI), Cyberspace, Motivasi Bersaksi, Penginjilan, EvangelismAbstract
Entering the digital era, various forms of technology have emerged, accompanied by the rise of the homo digitalis generation, which brings new opportunities for the practice of evangelism. Adolescents are the most active and dominant users of digital technology, and therefore can be categorized as the largest segment of homo digitalis. This study aims to analyze the use of AI to creatively and contextually motivate the youth of GKJTU Sinai Senden to carry out evangelism in cyberspace. Training in the use of AI can significantly increase adolescents’ motivation to engage in evangelism in the digital space, making the process of witnessing easier, more engaging, and more efficient. AI assists in creating various types of content such as images, videos, and songs that can be shared in cyberspace. This increase in motivation occurs because AI simplifies the creative process, enhances creativity, saves time, and aligns with the digital culture of adolescents, thereby boosting their confidence in witnessing.
Abstrak
Memasuki era digital, berbagai bentuk teknologi bermunculan, disertai hadirnya generasi homo digitalis yang membawa peluang baru dalam pelaksanaan penginjilan. Remaja merupakan pengguna teknologi digital yang paling aktif dan dominan, sehingga dapat dikategorikan sebagai bagian terbesar dari homo digitalis. Tujuan penelitian ini menganalisis pemanfaatan AI untuk memotivasi remaja GKJTU Sinai Senden secara kreatif dan kontekstual melakukan penginjilan di cyberspace. Pelatihan pemanfaatan AI secara signifikan bisa meningkatkan motivasi remaja dalam melakukan penginjilan di ruang digital, proses bersaksi menjadi lebih mudah, menarik, dan efisien. AI membantu dalam membuat berbagai konten seperti gambar, video, dan lagu yang dapat dibagikan di cyberspace. Peningkatan motivasi ini terjadi karena AI memudahkan proses berkarya, meningkatkan kreativitas, menghemat waktu, serta sesuai dengan budaya digital remaja, sehingga lebih percaya diri dalam bersaksi.
References
Albi Anggito, J S. Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher), 2018.
Alimuddin, Asriani, Justin Niaga Siman Juntak, R Ayu Erni Jusnita, Indri Murniawaty, dan Hilda Yunita Wono. “Teknologi Dalam Pendidikan: Membantu Siswa Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0.” Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Kota SBY 05, no. 04 (2023): 36–38.
Angga, Stepanus, dan Antonius Denny Firmanto. “Digital Ecclesia Sebagai Gereja Sinodal yang Mendengarkan.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. 1 (2023): 170–83. doi:10.30648/dun.v8i1.962.
Arifianto, Yonatan Alex, Sari Saptorini, dan Kalis Stevanus. “Pentingnya Peran Media Sosial dalam Pelaksanaan Misi di Masa Pandemi Covid-19.” HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 5, no. 2 (2020): 86–104. doi:10.52104/harvester.v5i2.39.
Aritonang, Delinda Elizabeth, Fernando Dapot, Hamonangan L Tobing, dan Jilian Kristina Laondang. “Makna Relasi Menurut Perspektif Martin Buber dalam Komunikasi di Era Teknologi Digital dan Relevansinya dalam PAK.” Jurnal Pendidikan Agama Kristen: REGULA FIDEI 9, no. September (2024).
Boiliu, Fredik Melkias. “Peran Orang Tua sebagai Motivator terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran 4, no. 1 (2021): 247–55. doi:10.30605/jsgp.4.1.2021.464.
Butar-butar, Gomgom Samuel. “Cyberspace: Peluang dan Tantangan Teknologi 4.0 serta implementasinya bagi perkembangan Gereja.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 7, no. 1 (2024): 21–39. doi:10.34081/fidei.v7i1.491.
Dan, Penginjilan, Pengajaran Alkitab, Royke Lantupa Kumowal, dan Heliyanti Kalintabu. “Integrasi AI Dalam Misi Kristen : Peluang Dan Tantangan Dalam,” 2024, 225–43.
Dwiraharjo, Susanto. “Konstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online di Masa PandemiCovid-19.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 1 (2020): 1–17.
Emiyati, Ayang, Ayu Rotama Silitonga, dan Ni Kadek Sri Widyawati. “Pendekatan Kontekstual Sebagai Upaya Penginjilan Kepada Remaja Kristen.” Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 2, no. 1 (2021): 23. doi:10.46445/jtki.v2i1.374.
Gultom, Joni Manumpak Parulian. “Misi Gereja Dalam Pengembangan Praktek Penginjilan Pribadi Dan Pemuridan Generasi Z.” Manna Rafflesia 9, no. 1 (2022): 18–36. doi:10.38091/man_raf.v9i1.241.
Hale, Merensiana. “Pemanfaatan Media Digital Dalam Pelayanan Pendidikan Gereja Di Era Digital” 2, no. 1 (2021): 29–37.
Harianto. Pendidikan Agama Kristen Dalam Alkitab Dan Dunia Pendidikan Masa Kini. PBMR ANDI, 2021.
Herda, Lusiana, dan Santosa Santosa. “Penerapan Motivasi Melalui Mentoring dalam Membangun Kepemimpinan Remaja di Era Digital.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 5, no. 1 (2024): 50–64. doi:10.47530/edulead.v5i1.202.
Hutabarat, Samuel. “Membangun Strategi Misi Kontekstual Bagi Generasi Milenial Memanfaatkan Metaverse.” Geneva – Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 26, no. 1 (2023): 19–35.
Kobia, Josphat Kaume, Dickson Nkonge Kagema, dan Dynesius Nyangau. “Journal of Humanities and Social Sciences Sciences Theory of Thomas Hobbes on the Necessity to Move from the State of Nature and Form a State Journal of Humanities and Social Sciences.” Journal of Humanities and Social Sciences Sciences, 2024. doi:https://doi.org/10.51317/jhss.v3i1.622.
Komariah, Djam’an Satori dan Aan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA, 2020.
Laoli, Opriyaman, Bella Atalia Pogo, Siti Nurbayani Saer, dan Johanes Kurniawan. “AI Dalam Gereja : Mengungkap Peluang AI Bagi Pertumbuhan Iman Jemaat Dalam Gereja.” REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2024): 75–84. doi:10.69748/jrm.v2i1.95.
Mait, Steven Reynold, dan Erwin Sianturi. “Marturia Dalam Lomba Paduan Suara Pria Kaum Bapa di Gereja Masehi Injili di Minahasa,” 2022, 91–103.
Marbun, Lusi Oktafiana, Maria Saragih, Masniur Trima, Phlawanty Simanullang, Merlin Minarni Siahaan, Rani Juniar Manik, dan Damayanti Nababan. “Yang Muda Yang Berkarya: Pendidikan Bagi Generasi Muda Penerus Bangsa.” Pendidikan Sosial dan Humaniora 1, no. 4 (2022): 72–77.
Nugroho Susanto, Benedektus. “Pengaruh Pendidikan Kursus Evangelisasi Pribadi Terhadap Perilaku Mengasihi Dalam Keluarga.” Media (Jurnal Filsafat dan Teologi) 2, no. 1 (2021): 87–120. doi:10.53396/media.v2i1.19.
Otta, Pieter, Fredik Melkias Boiliu, Aris Budiono, S T T Victoria, dan S T T Pelita Dunia. “Signifikansi Penginjilan Kontekstual Bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini” 9, no. September (2024): 277–96.
Pakpahan, Binsar Jonathan. “Mencari Definisi Kehadiran Antar-Subjek yang Bermakna di Ruang Digital.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 4, no. 1 (Juni 2021): 1–18. doi:10.34307/b.v4i1.219.
Pakpahan, Gernaida Krisna R., Joshua Elia Worter, dan Teguh Pangeran Simanungkalit. “Transformasi Rohani Era Digital: Impartasi Kuasa Roh Kudus melalui Pelayanan AI ChatGPT.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 5, no. 2 (2024): 198–209.
Saragih, R B, N A Septiani, A Fernanda, T Arianto, S S Samudra, S Adira, D S R Simanjuntak, dkk. Sastra Cyber dan Identitas Digital. CV. Gita Lentera, 2024.
Setiawan, D E. “Spiritualitas Homo Digitalis: Memperjumpakan Injil dengan Masyarakat Siber di Era Postmodern.” TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship 2, no. 2 (2022): 1–22.
Sine, H. Kebenaran-Kebenaran yang Memberi Inspirasi, Pencerahan, dan Nilai Kehidupan. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2024.
Sugiono, dan Yesa Oktaviani. “Prinsip Pelayanan Penggembalaan Homo Digitalis dalam Pembacaan 2 Timotius 1:3-16 di Era Digital.” Jurnal Teruna Bhakti 6, no. 1 (2023): 86. doi:10.47131/jtb.v6i1.154.
Sutrisno, S, H Herdiyanti, M Asir, dan ... “Dampak Kompensasi, motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan: Review Literature.” Management … 3, no. November (2022): 3476–82.
Tabrani, Ahmad, dan Ida Destariana Harefa. “Pendidikan Agama Kristen dan Tuntutan Kualitas SDM Menghadapi Persaingan Masyarakat Global.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 2, no. 2 (2021): 287–305. doi:10.47530/edulead.v2i2.82.
Tansi, Filmon Gusti, dan Senan Beriang. “Minimnya Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Injil oleh Pemuda Kristen di Abad 21.” Jurnal Kala Nea 4, no. 1 (2023): 37–50. doi:10.61295/kalanea.v4i1.111.
Tinggi, Sekolah, dan Teologi Kalvari. “Signifikansi Tata Liturgi terhadap Keterlibatan Umat Menghadirkan Pembaharuan Hidup di Generasi Masa Kini” 2024 (2024): 154–65.
Winkel, W.S. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. JAKARTA: Gramedia Pustaka Utama, 2018.
Wiratna Sujarweni, V. Metodologi Penelitian Lengkap, Praktis dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2025.
Yisai Tanikule. “Pendidikan Anak Dalam Keluarga Kristen di Tengah Transformasi dan Era Globalisasi.” Veritas Lux Mea; jurnal teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2019): 53–64.
Yohanes, Heppy. “Teologi Misi Pentakosta di Era Postmoderen Disrupsi, dan Era Society 5.” 03, no. 02 (2023): 132–48.
Yoshika Hasibuan, Serepina. “Kolaborasi atau Adiksi: Studi Fenomenologi tentang Penggunaan AI (ChatGPT) dalam Pengerjaan Tugas Akademik Mahasiswa STT Mawar Saron Lampung Collaboration or Addiction: A Phenomenological Study of the Use of AI (ChatGPT) in Students’ Academic Assignments ” 7, no. 1 (2024): 2024–40.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Harnum Easteria, Santosa, Guntur Firman Apri Yanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















