Kontekstualisasi Nilai Kekristenan dalam Upacara Hajat Sasih di Kampung Naga

Authors

  • Hotmantri Simbolon Sekolah Tinggi Teologi Kharisma, Bandung, Indonesia
  • Ferry Irwanto stt kharisma bandung

DOI:

https://doi.org/10.34081/fidei.v9i1.653

Keywords:

Contextualization, Christian Values, Hajat Sasih, Kampung Naga

Abstract

The Hajat Sasih ceremony in Kampung Naga, Tasikmalaya, represents a traditional ritual rich in local wisdom and spirituality. This study aims to analyze how Christian values can be contextualized within this ritual without compromising the integrity of Christian faith. Using a qualitative approach through literature study, this research employs the framework of critical contextualization as proposed by Paul G. Hiebert. The findings indicate that several elements such as gratitude, communal life, ecological awareness, humility, and social solidarity can be contextually integrated, while elements conflicting with biblical teachings require transformation. This study contributes to the discourse of contextual theology by offering a balanced model between faithfulness to the Gospel and cultural relevance.

Abstrak
Upacara Hajat Sasih di Kampung Naga merupakan ritual adat yang mencerminkan kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai-nilai kekristenan dapat dikontekstualisasikan dalam upacara tersebut tanpa menghilangkan identitas iman Kristen. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Penelitian ini menggunakan kerangka kontekstualisasi kritis dari Paul G. Hiebert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai seperti syukur, kebersamaan, ekoteologi, dan kerendahan hati dapat diintegrasikan, sementara unsur yang bertentangan dengan Alkitab perlu ditransformasi. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teologi kontekstual yang seimbang antara kesetiaan pada Injil dan relevansi budaya.

References

Andriyani, Refni Maulani, Rakhmat Hidayat, and Afdhal. “Menjaga Tradisi Luhur: Pamali Dan Kontrol Sosial Di Kampung Naga Tasikmalaya.” Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development 6, no. 1 (June 2024): 31–57. https://doi.org/10.52483/ESE5M377.

Boyes Agustina Mase, Natalia. “Fenomena Digitalisasi Dan Dampaknya Terhadap Keyakinan Serta Praktik Iman Kristen.” Jurnal Teologi RAI 1, no. 1 (February 2024): 79–87. https://doi.org/10.63276/JURNALRAI.V1I1.22.

Christian Ade Maranatha, Mahlon Obet Butar-butar. “Pengajaran Hukum Taurat Yang Kelima Dalam Keluaran 20:12 Dan Pendekatannya Melalui Efesus 6:1-3 Terhadap Perubahan Karakter Menjadi Serupa Dengan Kristus Pada Mahasiswa Di STT STAPIN Majalengka.” Journal of Religious and Socio-Cultural 1, no. 2 (October 2020): 129–44. https://doi.org/10.46362/JRSC.V1I2.44.

Emanuel Martasudjita, Pr. Teologi Inkulturasi. Sleman: PT Kanisius, 2021.

Eulis Entin, Denny Adrian Nurhuda, Nunuy Nurjanah, Retty Isnendes. “Kampung Naga Tasikmalaya Menjaga Alam Dengan Keyakinan Pada Norma Dan Tradisi.” PANALUNGTIK 6, no. 2 (2023): 133–48. https://doi.org/10.55981/PANALUNGTIK.2023.3004.

Harefa, Info Krisdamai, and Malik Bambangan. “Kajian Etika Kristen Tentang Prinsip Mengasihi Berdasarkan Kitab Injil Dan Implikasinya Bagi Orang Kristen.” Tumou Tou 11, no. 2 (July 2024): 82–93. https://doi.org/10.51667/TT.V11I2.1748.

Hiebert, Paul G. Anthropological Insights for Missionaries. Grand Rapids, Michigan: Baker Academic., 1985.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, n.d.

Kristanti, Gloriya Dwi. “Refleksi Kekinian Memaknai Dampak Mengucap Syukur Dalam Segala Hal Terhadap Gaya Hidup Orang Percaya.” Jurnal Antusias 7, no. 1 (June 2021): 61–73. https://doi.org/10.37368/JA.V1I01.88.

Marie Claire Barth, B.A. Pareira. Tafsiran Alkitab: Kitab Mazmur 73-150. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2008.

Mudak, Sherly. “Makna Doa Bagi Orang Percaya.” Missio Ecclesiae 6, no. 1 (April 2017): 97–111. https://doi.org/10.52157/ME.V6I1.70.

Prabowo, Yayan Bagus, and Sudrajat Sudrajat. “Kearifan Lokal Kasepuhan Ciptagelar: Pertanian Sebagai Simbol Budaya Dan Keselarasan Alam.” Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia 3, no. 1 (December 2021): 6–16. https://doi.org/10.23887/JABI.V3I1.31102.

Schreiter, Robert J. Rancang Bangun Teologi Lokal. Translated by Stephen Suleeman. Jakarta: Gunung Mulia, 2006.

Sembel, Dantje T. Ekoteologi Dalam Perspektif Kristen. Edited by Patricia Susi, Sumarti, and Dkk. Yogyakarta: PBMR Andi, 2023.

Simatupang, Edwind Satri. “Keterlibatan Umat Beriman Dalam Karya Misi Gereja Lokal Berdasarkan Model Teologi Kontekstual Stephen B. Bevans.” Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik 3, no. 2 (September 2023): 200–218. https://doi.org/10.52110/JPPAK.V3I2.93.

Siswanto, Krido. “Peningkatan Kualitas Hidup Manusia Dalam Perspektif Teologi Dan Pendidikan Kristen.” Proceeding National Conference of Christian Education and Theology 2, no. 2 (December 2024): 1–27. https://doi.org/10.46445/NCCET.V2I2.967.

Siti Maria, Rosyadi, Dewi Indrawati, Renggo Astuti. Sistem Keyakinan Pada Masyarakat Kampung Naga Dalam Mengelola Lingkungan Hidup (Studi Tentang Pantangan Dan Larangan). Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1995.

Stevanus Parinussa, Yusuf Slamet Handoko. “Pembinaan Karakter Kristen Bagi Warga Gereja Dewasa,” n.d.

Talan, Yesri. Sinkretisme Dalam Gereja Suku; Sebuah Tinjauan Bibliologis - Kontekstual. Bengkulu: PERMATA RAFFLESIA, 2020.

Wanda Musthofa, Setiajid. “Peran Kepemimpinan Lembaga Adat Kampung Naga Dalam Menjaga Kearifan Lokal Kampung Naga.” Unnes Political Science Journal 5, no. 1 (March 2021): 21–25. https://doi.org/10.15294/UPSJ.V5I1.44028.

Yolanika, Netty Tesa. “Kedudukan Dan Ketercapaian Diakonia Gereja Dalam Memperjuangkan Keadilan, Perdamaian, Dan Pembaharuan Sosial:” Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 4, no. 1 (2025): 1133–45.

Published

2026-06-01