Tradisi Hopong Ngae: Solidaritas Sosial dan Implikasi Teologi Kontekstual.
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v8i2.640Keywords:
GMIT Sonaf Neka-Huilelot, Contextual Theology, Hopong Ngae, Local Helong Tradition, Social Cohesion, Social Solidarity, Kohesi Sosial, Tradisi Lokal Helong, Teologi Kontekstual, Solidaritas SosialAbstract
The Hopong Ngae tradition in the GMIT Sonaf Neka-Huilelot congregation on Semau Island plays a crucial role in strengthening the congregation's social and spiritual solidarity. This study examines the meaning of solidarity, the continuity of tradition amidst modernization, and its relationship to the actualization of Christian faith in local culture. The method used is a descriptive qualitative approach with in-depth interviews and congregation surveys, combined with simple quantitative analysis. The results show that Hopong Ngae strengthens relationships among congregation members, serves as an expression of gratitude for God's blessings before the harvest, and is also a means of cultural preservation. From Durkheim's perspective, this tradition represents mechanical solidarity that binds congregation members through shared values and goals. Theological reflection confirms that Hopong Ngae can be a medium for contextualizing Christian faith in the congregation's agrarian life. However, challenges arise from the lack of involvement of the younger generation and the influence of globalization. One solution is to empower youth through the use of digital technology to produce creative content on social media. This effort is expected to encourage the participation of the younger generation in maintaining the sustainability of the tradition in the future.
Abstrak
Tradisi Hopong Ngae di Jemaat GMIT Sonaf Neka-Huilelot, Pulau Semau, berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan spiritual jemaat. Penelitian ini menelaah makna solidaritas, keberlangsungan tradisi di tengah modernisasi, serta kaitannya dengan aktualisasi iman Kristen dalam budaya lokal. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan survei jemaat, dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hopong Ngae mempererat relasi warga jemaat, menjadi ungkapan syukur atas berkat Tuhan menjelang panen, sekaligus sarana pelestarian budaya. Dalam perspektif Durkheim, tradisi ini merepresentasikan solidaritas mekanik yang mengikat anggota jemaat melalui nilai dan tujuan bersama. Refleksi teologis menegaskan bahwa Hopong Ngae dapat menjadi medium kontekstualisasi iman Kristen dalam kehidupan agraris jemaat. Namun, tantangan muncul berupa minimnya keterlibatan generasi muda dan pengaruh globalisasi. Salah satu solusi ialah memberdayakan kaum muda melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan konten kreatif di media sosial. Upaya ini diharapkan mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi di masa depan.
References
Azhari, Muhammad Zul. “Eksistensi Tradisi Maballa Sebagai Identitas Kebersamaan Masyarakat Di Desa Tokkonan Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang.” IAIN Parepare, 2024.
Bahari, Yohanes, Alhafizah, dan Fatmawati. “Analisis Solidaritas Mekanik Pada Organisasi Bapakat Etnis Dayak Kanayatn Desa Pancaroba Kecamatan Sungai Ambawang.” Jurnal Ilmiah Universitas Tanjungpura, 2019.
Buan, Yustus Leonard, dan Huwae Wiesye Elena. “Peran Gereja dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat: Respons terhadap Disrupsi Sosial Masyarakat Kristen.” Jurnal Yada 1, no. 1 (September 2023): 1–18.
Dewanti, Palisa Aulia, Usman Alhudawi, dan Hodriani. “Gotong Royong Dalam Memperkuat Partisipasi Warga Negara (Civic Participation).” Pancasila and Civic Education Journal 2, no. 1 (Maret 2023): 15–22. doi:https://doi.org/10.30596/pcej.v2i1.13753.
Far Far, Risyart Alberth, dan Samuel Frederik Tuhumury. “Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Kepulauan Kei Besar Maluku Tenggara.” Jurnal Akuatiklestari 6, no. 1 (30 November 2022): 53–61. doi:10.31629/akuatiklestari.v6i1.4903.
Fauzan, Muhammad Faris, dan Muhammad Zikry Zikrulloh. “Pengaruh Teori Strukturisasi Dalam Kehidupan Sosial,” 2024.
Friskila, Agnesia, Winarni Sugeanti, Jein Novita Sallo, Emelda Emelda, dan Kristiani Datu Arrang. “Rekonseptualisasi Teologi Kristen Dalam Konteks Postmodernisasi Dan Era Kontemporer: Tinjauan Terhadap Tantangan Dan Peluang.” Humanitis 1, no. 4 (2023).
Geertz, Clifford, ed. Myth, Symbol, and Culture. New York: Norton, 1974.
Ginting, Eikel. “‘Aku Kap Kam, Kam Kap Aku’ Kesadaran Kontingensi Richard Rorty dan Relevansinya dalam Budaya Solidaritas ‘Aron.’” Studia Philosophica et Theologica 23, no. 2 (30 Oktober 2023): 255–76. doi:10.35312/spet.v23i2.566.
Gulo, Rezeki Putra. “Teologi dan Keadilan Sosial: Peran Gereja dalam Merespons Ketimpangan Global.” Jurnal Tumou Tou 12, no. 1 (2025): 41–51.
Khoiruddin, Khoiruddin. “Moderasi Beragama Dalam Kearifan Lokal Pada Masyarakat Pesisir Barat Provinsi Lampung.” MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama 3, no. 1 (3 Agustus 2023): 76. doi:10.32332/moderatio.v3i1.5865.
“Kontribusi Solidaritas Sosial dan Konsep Emile Durkheim dalam Masyarakat Modern Halaman 1 - Kompasiana.com.” Diakses 10 September 2025. https://www.kompasiana.com/ekoto1398/6801b2e0ed641528bd5ffc92/kontribusi-solidaritas-sosial-dan-konsep-emile-durkheim-dalam-masyarakat-modern.
“Li Ngae Tarian Tradisional Pulau Semau | PDF.” Diakses 10 September 2025. https://www.scribd.com/document/813777179/LI-Ngae-Tarian-Tradisional-Pulau-Semau.
Lika, Marselia Elisabet. “Tinjauan Etika Solidaritas terhadap Praktik dan Makna Tradisi Tahul bagi Jemaat GMIT Foimahen Anainfar-Alor,” t.t.
Ningsih, B. Sri Mulia, Hamidsyukrie Hamidsyukrie, Ni Made Novi Suryanti, dan Masyhuri Masyhuri. “Tradisi Nunas Neda Sebagai Sarana Memperkuat Solidaritas Sosial di Desa Kesik Kecamatan Masbagik.” Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 9, no. 3 (30 Juli 2024): 1597–1603. doi:10.29303/jipp.v9i3.2618.
Nugraha, Ryan Aldi. “Inovasi Teknologi Madya pada Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar.” Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 6, no. 1 (30 Juni 2021): 14. doi:10.24235/empower.v6i1.9969.
Nurhasanah, Lanny, Bintang Panduraja Siburian, dan Jihan Alfira Fitriana. “Pengaruh Globalisasi Terhadap Minat Generasi Muda Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Indonesia.” Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 10, no. 2 (3 Desember 2021): 31–39. doi:10.33061/jgz.v10i2.5616.
Pdt. Aris Tameno. Pelaksanaan Tradisi Hopong Ngae, 2024.
Pohan, Amriansyah, Rony Hamdani Siregar, Muhammad Darwis Dasopang, Irwandi Sihombing, dan Muttaqin Kholis Ali. “Peran Agama dalam Penanganan Trauma Kolektif Pasca Bencana Alam di Indonesia.” Indo-MathEdu Intellectuals Journal 6, no. 1 (11 Januari 2025): 430–41. doi:10.54373/imeij.v6i1.2566.
Pong, Piter. Pelaksanaan Tradisi Hopong Ngae, 2024.
Rejeki Waluyajati, Roro Sri, dan Lia Ulfah Farida. “Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat).” Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya 2, no. 2 (30 Agustus 2018): 84–91. doi:10.15575/rjsalb.v2i2.3097.
Rohimah, Ira Siti, Achmad Hufad, dan Wilodati Wilodati. “Analisa penyebab hilangnya tradisi Rarangkén (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya).” Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development 1, no. 1 (30 Juni 2019): 17–26. doi:10.52483/ijsed.v1i1.2.
Runturambi, Rivenhard. “Budaya Makan Bersama dalam Perayaan Pengucapan Syukur Sebagai Tindakan Simbolik Integrasi Sosial di Minahasa Tenggara.” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 4, no. 3 (27 Januari 2022): 1466–76. doi:10.34007/jehss.v4i3.896.
Saeful R, Dadan, Yani Achdiani, dan Mirna Nur Alia A. “Bentuk Solidaritas Masyarakat Nelayan Di Kelurahan Kesenden.” SOSIETAS 7, no. 2 (9 Maret 2018). doi:10.17509/sosietas.v7i2.10359.
Seda, Fransiskus, dan Maria Dominika Niron. “Wuat Wa’i: Model Gotong-Royong Masyarakat Manggarai Dalam Pembiayaan Pendidikan Di Perguruan Tinggi.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 7, no. 1 (16 Juni 2022): 25–38. doi:10.24832/jpnk.v7i1.1864.
Sundari, Aggri, dan Salahuddin Harahap. “Tradisi Makan Bersama Berhadap-Hadapan pada Masyarakat Melayu Batubara (Analisis Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sosial Etnik Melayu).” Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora 10, no. 2 (28 Juni 2024): 298–309. doi:10.29303/jseh.v10i2.554.
Umanailo, Muhamad Chairul Basrun. “Sekelumit Cerita Untuk Mengenal ‘Emile Durkheim.’” Emile Durkheim, 2023.
Wigit Triyatno dan Yuli Ifana Sari. “Kajian Geografi Manusia: Dinamika Kebudayaan Dan Identitas Sosial Dalam Konteks Globalisasi,” 2024.
Wijaya, Hengky. Strategi Menulis Jurnal Untuk Ilmu Teologi. Disunting oleh Sonny Eli Zaluchu. Semarang: Golden Gate Publishing, 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eritrika Adriana Nulik; Welfrid Fini Ruku (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).




















