Integrasi Teologi dan Psikologi Terhadap Pemulihan Penyakit Mental Pada Anak Dari Keluarga Broken Home

Authors

  • Dewi Magdalena Rotua Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia
  • Hermin Ranting Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia
  • Lidya Naomi Pangkey Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia
  • Frimsi Wohon Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia
  • Julio Eleazer Nendissa Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia https://orcid.org/0000-0001-5497-2479

DOI:

https://doi.org/10.34081/fidei.v8i2.635

Keywords:

Teologi Psikologi, Kesehatan Mental Anak, Keluarga Broken Home., Teologi, Theological Psychology, Broken Home, Mental Health

Abstract

Write down Children from broken home families often face significant psychological disorders, such as anxiety, depression, and behavioral problems, which impact their emotional and social development. Therefore, this research focuses on how the integration of theology and psychology can be an effective solution to support the mental recovery of children who have been traumatized by an intact family situation. This research uses the literature study method by analyzing the main theories in psychology related to children's mental disorders and the recovery process, as well as theological concepts that emphasize spiritual healing and love. This approach aims to find the relationship and harmony between theological principles, such as forgiveness, love, and restoration through faith, and psychological methods, such as cognitive therapy and trauma-based psychotherapy. The results showed that a combination of theological and psychological approaches can have a positive effect on children's mental and spiritual well-being. Theology-based interventions, such as prayer, pastoral counseling, and church community support, help provide deep emotional strengthening. Meanwhile, psychological therapies, such as cognitive behavioral therapy (CBT) and trauma-informed psychotherapy, provide space for children to overcome their trauma and rebuild self-confidence. The integration of these two approaches not only accelerates mental recovery, but also strengthens the spiritual dimension, which is an important part of the overall healing process.

Abstrak

Anak-anak dari keluarga broken home sering menghadapi gangguan psikologis yang signifikan, seperti kecemasan, depresi, dan masalah perilaku, yang berdampak pada perkembangan emosional dan sosial mereka. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana integrasi teologi dan psikologi dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pemulihan mental anak-anak yang mengalami trauma akibat situasi keluarga yang tidak utuh. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis teori utama dalam psikologi terkait gangguan mental anak-anak dan proses pemulihannya, serta konsep teologi yang menekankan penyembuhan rohani dan kasih. Pendekatan ini bertujuan untuk menemukan hubungan dan keselarasan antara prinsip-prinsip teologi, seperti pengampunan, kasih, dan pemulihan melalui iman, dengan metode psikologis, seperti terapi kognitif dan psikoterapi berbasis trauma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan teologis dan psikologis dapat memberikan efek positif pada kesejahteraan mental dan spiritual anak. Intervensi berbasis teologi, seperti doa, konseling pastoral, dan dukungan komunitas gereja, membantu memberikan penguatan emosional yang mendalam. Sementara itu, terapi psikologis, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan psikoterapi berbasis trauma, menyediakan ruang bagi anak untuk mengatasi trauma mereka dan membangun kembali rasa percaya diri. Integrasi kedua pendekatan ini tidak hanya mempercepat pemulihan mental, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual, yang menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan secara keseluruhan.

References

Afriadi, Arial Ical, Juhaepa Juhaepa, dan Sarmadan Sarmadan. “Catatan Keluarga Broken Home Dan Dampaknya Terhadap Mental Anak Di Kabupaten Kolaka Timur.” Well-Being: Journal of Social Welfare 1, no. 1 (15 Mei 2020): 31. doi:10.52423/well-being.v1i1.12136.

Arch, Joanna J., Georg H. Eifert, Carolyn Davies, Jennifer C. Plumb Vilardaga, Raphael D. Rose, dan Michelle G. Craske. “Randomized clinical trial of cognitive behavioral therapy (CBT) versus acceptance and commitment therapy (ACT) for mixed anxiety disorders.” Journal of Consulting and Clinical Psychology 80, no. 5 (2012): 750–65. doi:10.1037/a0028310.

Ariyanto, Komang. “Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Anak.” Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin 3, no. 1 (15 April 2023): 15–23. doi:10.37329/metta.v3i1.2380.

Aulia, Fitri, I Made Sutajaya, dan I Wayan Suja. “Konseling Psikodinamik Dengan Menerapkan Nilai Tri Hita Karana Untuk Meningkatkan Attachment (Kelekatan) Anak Perempuan Pada Ayahnya.” JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) 6, no. 2 (30 Desember 2022): 112–30. doi:10.29408/jkp.v6i2.7669.

Budiardjo, Tri. Kasih dan Kepedulian Pemikiran-Pemikiran tentang Teologi Integratif, Pelayanan Holistik, dan Transformasi. Yogyakarta: ANDI, 2024.

Cohen, Judith A., Anthony P. Mannarino, Matthew Kliethermes, dan Laura A. Murray. “Trauma-focused CBT for youth with complex trauma.” Child Abuse & Neglect 36, no. 6 (Juni 2012): 528–41. doi:10.1016/j.chiabu.2012.03.007.

Creswell, John W. Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2013.

Engel, Jacob Daan. “Makna Hidup Anak Korban Broken Home dari Perspektif Logo Konseling.” Pax Humana 4, no. 2 (2017): 221–40.

Engel, Jacob Daan, dan Lobby Loekmono. “Logo Counseling for Low Spiritual Self-Esteem Among College Students.” International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) 7, no. 3 (2018): 236–43. doi:10.11591/ijere.v7.i3.pp236-243.

Fanani, Wandi Arputra, dan Mhd. Fuad Zaini Siregar. “Analisis Komunikasi Anak Broken Home Pasca Perceraian Orang Tua.” Jurnal Studi Islam Indonesia 2, no. 1 (2024): 145–60.

Harisantoso, Imanuel Teguh. Teologi Keluarga Kristen. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2023.

Mahendra, Juandra Prisma, Fitriani Rahayu, dan Baiq Suryati Ningsih. “Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Kasus Di Tk Sedesa Tegal Maja Lombok Utara).” JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala 7, no. 2 (29 Juni 2022). doi:10.58258/jupe.v7i2.3824.

Mamuly, Wilma Fransisca, dan Magdalena Paunno. “Dampak Psikologi dan Sosial Terhadap Kesehatan Mental Anak Korban Broken Home di Desa Hattu Kabupaten Maluku Tengah.” 2-Trik: Tunas-Tunas Riset Kesehatan 11, no. 1 (8 Januari 2021): 17. doi:10.33846/2trik11104.

Marwadani, M. Praktis Penelitian Kualitatif Teori Dasar dan Analisa Data dalam Perspektif Kualitatif. Sleman: Deepublish, 2000.

Massa, Nurtia, Misran Rahman, dan Yakob Napu. “Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Perilaku Sosial Anak.” Jambura Journal Community Empowerment, 19 Februari 2020, 1–10. doi:10.37411/jjce.v1i1.92.

Minuchin, Salvador. Families and Family Therapy. Cambridge: Harvard University Press, 2018.

Mokalu, Valentino Reykliv, dan Charis Vita Juniarty Boangmanalu. “Teori Psikososial Erik Erikson: Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah.” VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 12, no. 2 (17 Oktober 2021): 180–92. doi:10.31932/ve.v12i2.1314.

Mudak, Sherly. “Integrasi Teologi Dan Psikologi Dalam Pelayanan Pastoral Konseling Kristen.” Missio Ecclesiae 3, no. 2 (30 Oktober 2014): 128–44. doi:10.52157/me.v3i2.40.

Nendissa, Julio Eleazer. “Peran Orang Tua Kristen Dalam Mencegah Anak Yang Kecanduan Game Online Dikaji Dari Perspektif Fondasi Pendidikan Kristen.” Jurnal Teologi Praktika 5, no. 1 (30 Juni 2024): 18–30. doi:10.51465/jtp.v5i1.133.

Nendissa, Julio Eleazer, Jacob Daan Engel, dan Gunawan Yuli Agung Suprabowo. “Online Social Support Terhadap Penyintas Covid-19 dari Perspektif Pendampingan Masyarakat di Karombasan Selatan, Manado-Sulawesi Utara.” SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan 17, no. 2 (2024): 131–43.

Nendissa, Julio Eleazer, Sureni Sureni, Ceril Maria Manusiwa, dan Jeniar Rainhard Kowal. “Percakapan Konseling dengan Masyarakat Akar Rumput (Termarjinalkan) di Kota Manado.” Jurnal PKM Setiadharma 6, no. 1 (30 April 2025): 43–55. doi:10.47457/jps.v6i1.563.

Paramitha, Nadya, Neni Nuraeni, dan Asep Setiawan. “Sikap Remaja Yang Mengalami Broken Home : Studi Kualitatif.” Journal of Maternity Care and Reproductive Health 3, no. 3 (31 Agustus 2020). doi:10.36780/jmcrh.v3i3.136.

Prabowo, Paulus Dimas, dan Hengki Wijaya. “Tren Penelitian Integrasi Teologi dan Psikologi di Indonesia: Systematic Literature Review.” Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja 3, no. 2 (2 Januari 2024): 236–52. doi:10.54170/dp.v3i2.250.

Ray, Dee, Sue Bratton, Tammy Rhine, dan Leslie Jones. “The effectiveness of play therapy: Responding to the critics.” International Journal of Play Therapy 10, no. 1 (2001): 85–108. doi:10.1037/h0089444.

Sagala, Joyis, dan May Rauli Simamora. “Pendekatan Forgiveness Therapy dan Attachment Theory dalam Menangani Masalah Perselingkuhan Pasangan Kristen.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 7, no. 1 (5 Desember 2021): 33–42. doi:10.47543/efata.v7i1.37.

Santoso, Joko. “Peran Integrasi Teologi Psikologi Terhadap Pemulihan Prilaku Menyimpang.” SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 2 (5 Mei 2021): 174–87. doi:10.51615/sha.v1i2.24.

Sari, Milya, dan Asmendri Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Natural Science 6, no. 1 (10 Juni 2020): 41–53. doi:10.15548/nsc.v6i1.1555.

Silitonga, Jekoi. Gereja Imitasi Menyingkap Bentuk-bentuk Pelayanan Dalam Gereja Yang Terdistorsi Oleh Zaman. Yogyakarta: ANDI, 2021.

Simanjuntak, Michael, dan Andar Gunawan Pasaribu. “Integrasi Teologi Dan Psikologi Agama Kristen (Itpak): Sebuah Pendekatan Holistik Baru.” Journal of Comprehensive Science (JCS) 3, no. 2 (15 Februari 2024): 318–26. doi:10.59188/jcs.v3i2.615.

Srijayanti, Inggrit. “Tetap Berpengharapan : Broken Home,” 21 Maret 2020. doi:10.31219/osf.io/zqdw9.

Sujoko, Albertus. Teologi Keluarga Memahami Rencana Allah bagi Keluarga Menurut Familiaris Consortio. Yogyakarta: Kanisius, 2023.

Wijanarko, Jarot, dan Ruby Mariyani. Hati yang Indah Memulihkan Hati, Memulihkan Kehidupan. Yogyakarta: ANDI, 2016.

Witness Lee, Yasperin. Pedoman untuk Penyebaran Pemulihan Tuhan. Jakarta: Yayasan Perpustakaan Injil Indonesia (Yasperin), 2022.

Published

2025-12-01