Penghakiman bagi Perusak Bumi: Tinjauan Teologi Ekologis dalam Wahyu 11:18 dan Implikasinya bagi Pendidikan Kristen Anak di Gereja

Authors

  • Daud Darmadi Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.34081/fidei.v8i2.616

Keywords:

God's Mandate, Environmental Steward, Guardian of Creation, Christian Education For Children, Destroyer of The Earth, Mandat Allah, Pemelihara Lingkungan, Penjaga Ciptaan, Pendidikan Kristen Anak, Perusak Bumi

Abstract

The escalating degradation of the earth demands early environmental stewardship, which should be instilled through Christian education for children. However, church-based Christian education curricula often lack integrated content on environmental sustainability. The decreasing engagement of children with nature contributes to a generation less concerned with the care of creation. This study aims to explore the concept of ecological theology based on Revelation 11:18 and examine its relevance to children’s Christian education. The research employs a hermeneutical approach to the biblical text and a qualitative descriptive analysis of educational practices within the church. The findings reveal three key insights. First, Revelation 11:18 highlights a sharp contrast between those who faithfully fulfill God's mandate and those who destroy the earth; in the final judgment, God rewards those who care for the earth and punishes its destroyers. Second, environmental stewardship is an expression of faithful obedience and a reflection of human nature as the imago Dei, participating in the restoration of creation. Third, children’s Christian education plays a strategic role in shaping ecological awareness through faith-based curricula and sustainable environmental projects. This study concludes that integrating ecological theological values into children’s Christian education is essential. Churches must develop curricula that instill responsibility to care for and restore creation in accordance with God’s will.

Abstrak

Kerusakan bumi yang semakin masif menuntut upaya pelestarian lingkungan yang ditanamkan sejak dini melalui pendidikan Kristen anak. Namun, kurikulum pendidikan Kristen di gereja masih kurang mengintegrasikan materi mengenai kelestarian lingkungan. Aktivitas anak yang semakin minim di alam turut membentuk generasi yang kurang peduli terhadap keberlanjutan ciptaan. Penelitian ini bertujuan menggali konsep teologi ekologis berdasarkan Wahyu 11:18 dan mengkaji relevansinya bagi pendidikan Kristen anak. Metode yang digunakan adalah hermeneutik terhadap teks Alkitab serta analisis deskriptif kualitatif terhadap praktik pendidikan anak di gereja. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, Wahyu 11:18 menegaskan kontras antara mereka yang setia menjalankan mandat Allah dan yang merusak bumi; Allah memberikan upah kepada yang memelihara bumi dan menghukum perusaknya pada hari penghakiman. Kedua, pemeliharaan lingkungan merupakan wujud kesetiaan iman dan refleksi natur manusia sebagai gambar Allah yang turut serta dalam pemulihan ciptaan. Ketiga, pendidikan Kristen anak berperan strategis dalam membentuk kesadaran ekologis melalui kurikulum berbasis iman dan proyek lingkungan berkelanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai teologi ekologis dalam pendidikan Kristen anak. Gereja perlu menyusun kurikulum yang menanamkan tanggung jawab untuk menjaga dan memulihkan ciptaan sesuai kehendak Allah.

References

Acharibasam, John B, dan Janet McVittie. “Connecting Children to Nature Through the Integration of Indigenous Ecological Knowledge Into Early Childhood Environmental Education.” Australian Journal of Environmental Education 39, no. 3 (t.t.): 349–61.

Aman, Peter C. “Teologi Ekologi dan Mistik-Kosmik St. Fransiskus Asisi.” Diskursus - Jurnal Filsafat Dan Teologi Stf Driyarkara 15, no. 2 (2016): 188. doi:10.26551/diskursus.v15i2.11.

Anjelina, N, Hendro Hariyanto Siburian, dan Yuli Berkatni. “Peran Gereja dalam Menjaga Kelestarian Ekologi: Menyikapi Kerusakan Hutan Kalimantan oleh Perkebunan Sawit.” CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 2 (2025): 161–74.

Apner, Grets Janialdi. “Gereja Eko-Misional: Sebuah Tawaran Teologi Misi Ekologi Berdasarkan Eko-Hermeneutik Terhadap Kejadian 1:27-28 dan 2:15.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 7, no. 1 (2022): 171–83. doi:10.30648/dun.v7i1.659.

Budiman, Sabda. “Kritik terhadap pandangan anihilasi dan implikasinya dalam hidup orang percaya masa kini.” KALUTEROS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2020): 12–26.

Budiman, Sabda, dan Yunus D. A. Laukapitang. “Pelayanan Pastoral Berbasis Ekologi Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup.” SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 82–96. doi:10.34307/sophia.v5i2.233.

Dwiyanti Suryono, Devi. “Sampah Plastik di Perairan Pesisir dan Laut : Implikasi Kepada Ekosistem Pesisir Dki Jakarta.” Jurnal Riset Jakarta 12, no. 1 (2019): 17–23. doi:10.37439/jurnaldrd.v12i1.2.

Firman Kristian Dominggus Agung Sinaga1, Roulina Novita Br Sitorus. “Peran Gereja dalam Pendidikan Lingkungan: Perspektif Teologi Kristen dan Nilai Pancasila untuk Transformasi Ekologi.” Artia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2024): 1–7.

Gule, Yosefo. “Konsep Eduecologi dalam Pendidikan Agama Kristen Konteks Sekolah.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 2 (2020): 181–201. doi:10.34081/fidei.v3i2.183.

Guthrie, Donald, dan Et.all. Tafsiran Masa Kini 3. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2008.

Heer, J.J. De. Wahyu kepada Yohanes. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2014.

Katu, Jefri Hina Remi. “Teologi Ekologi : Suatu Isu Etika Menuju Eskatologi Kristen.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 1, no. 1 (2020): 65–85.

Ladd, George Eldon. Teologi Perjanjian Baru 2. Bandung: Kalam Hidup, 2002.

Lahaye, Tim. Penyingkapan Kitab Wahyu. Batam: Gospel Press, 2006.

Manongga, John Stevie. “Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 8, no. 1 (2025): 76–98. doi:10.34081/fidei.v8i1.625.

Mau, Belinda, dan Jenny Gabriela. “Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Perilaku Anak Remaja Masa Kini.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 5, no. 1 (2021): 99–110. doi:10.51730/ed.v5i1.70.

Mulyatno, Carolus Borromeus. “Pendidikan Lingkungan Sejak Usia Dini dalam Perspektif Teologi Pemerdekaan Y.B Mangunwijaya.” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 5 (2022): 4099–4110. doi:10.31004/obsesi.v6i5.2570.

Paliling, Gilbert, dan Donny Stevianus Nunung. “Peran Orang Percaya dalam Konservasi Lingkungan: Mengaplikasikan Ajaran Matius 5:13-16 sebagai ‘Garam’ dan ‘Cahaya’ dalam Mempertahankan Bumi yang Lebih Berkelanjutan.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 5, no. 1 (2024): 52–59. doi:10.54553/kharisma.v5i1.259.

Rimmer, Chad. “Ecology and Christian education: how sustainability discourse and theological anthropology inform teaching methods.” Consensus 41, no. 1 (2020). doi:10.51644/fvdz6587.

Samosir, Christina Metallica, dan Fredik Melkias Boiliu. “EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Pendidikan Agama Kristen Sebagai Upaya Menjawab Tantangan Krisis Lingkungan Hidup” 4, no. 1 (2022): 815–26.

Setyaningrum, Ike. “Karakteristik Peningkatan Pengelolaan Sampah Oleh Masyarakat Melalui Bank Sampah.” Jurnal Teknik PWK 4, no. 2 (2015): 2015.

Simon, Simon. “Peranan Pendidikan Agama Kristen Menangani Masalah Ekologi.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 2, no. 1 (2021): 17–35. doi:10.47530/edulead.v2i1.60.

Siwy, Hendrico Xanana, dan Stimson Hutagalung. “Memelihara Surga Bumi: Analisis Persepsi Gereja terhadap Ekoteologi melalui Sudut Pandang Kejadian 2:15.” Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) 6, no. 1 (2024): 148–63. doi:10.59177/veritas.v6i1.271.

Stott, John. Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristiani. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1999.

Wongso, Peter. Eksposisi Doktrin Alkitab: Kitab Wahyu. Malang: Literatur SAAT, 1996.

Zaluchu, Sonny Eli. “Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 249–66.

Published

2025-12-01