Gereja Yang Berfokus Pada Gerakan Misioner
DOI:
https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.23Keywords:
Gereja, Berpusat pada Kristus, Missio Dei, kontekstualisasi, misiAbstract
Gereja pada masa kini terus berkembang dan berwujud dalam berbagai format. Pada kenyataannya gereja-gereja cenderung membangun kekuasaannya sendiri dan kerajaannya. Dalam artikel ini, akan diuraikan tentang betapa pentingnya sebagai sebuah gereja untuk tetap berpusat kepada Kristus dan menyadari tanggungjawab utamanya adalah mewartakan Injil sebagai sebuah Missio Dei (misi dari Tuhan). Metode penulisan yang digunakan adalah meninjau melalui pendekatan sejarah gereja sebagaimana ditunjukkan dalam Alkitab, khususnya di dalam Kisah Para Rasul. Tantangan yang dihadapi gereja masa kini adalah bagaimana gereja tetap bekerja di tengah masyarakat post modern melalui misi yang kontekstual. Masyarakat memiliki keyakinannya masing-masing dan apa yang bisa diperbuat adalah menjadi bagian dari dunia dengan paradigma seperti Allah melihat yaitu untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi seperti di surga. Kesimpulannya bahwa gereja seharusnya tidak hanya fokus pada hal-hal di dalam (internal) tapi juga tetap melakukan gerakan missioner ke seluruh dunia seperti yang diamanatkan oleh Tuhan Yesus.References
Aritonang, Jan., Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja. Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2012.
Amaladoss, Michael., Mission in Asia: A Reflection on Ecclesia in Asia. New York: Orbis Books, 2012.
Batlajery, Agustinus M., “Konteks yang Mempengaruhi Eklesiologi Calvinâ€. Waskita: Jurnal Studi Agama dan Masyarakat. Vol. 2, No. 1. 2014.
Bauer, F.,W. Danker, A., Greek English Lexicon of the New Testament and other Early Christian Literature, third ed., Chicago:University of Chicago Press, 2000.
Boland, B J., Van Niftrik., Dogmatika Masa Kini. Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2015.
Crosby, Michael H., Apakah Engkau Mengasihi Aku? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.
De Jong, Kees., “Misiologi dari Perspektif Teologi Kontekstualâ€, Jurnal Gema Teologi, sac.ukdw.ac.id., 2007.
Halim, Makmur., Gereja di Tengah-tengah Perubahan Dunia. Malang: Gandum Mas, 2011.
Lawrence, Paul., The IVP Concise Atlas of Bible History. Illinois: Inter Varsity Press, 2004.
Marsono,Yohanes., “Misi Gereja dalam Penegakan Hak Asasi Manusiaâ€, Jurnal STULOS. Volume 3 No. 2, 2004.
Petersen, Jim., Church Without Walls. Jakarta: Pioner Jaya, 2012.
Schaff, P., History of the Christian Church in The Middle Ages. Grand Rapids: Eerdmans Publishing Company, 1949.
Shaw, Ian J., Christianity the Biography. London: Inter Varsity Press, 2016.
Shipman, Mike., Kepemimpinan Kerasulan. Bandung: Dian Cipta, 2017.
Susanto, Hery., “Penemuan Jati Diri Gereja Jemaat Kristus pada Abad yang Baruâ€, Jurnal SIAP Vol.5 No.1, 2016.
Trihandarkha, Daniel., “The Historical ‘Early Churchâ€, Jurnal SIAP Vol.7, No.2, 2018.
Vun, William., Who is Building Whose Church?, Jakarta: Nafiri Gabriel, 2010.
Woi Bule,Yosep Aurelius., “Revolusi Mental dengan Membangun Karakter Cinta Pluralitasâ€. Atma Reksa, Jurnal Pastoral dan Kateketik, jurnal. stiparende ac.id., 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Pemberitahuan Hak Cipta:
Penulis yang menerbitkan artikel di Fidie: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal Fidei dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal Fidei (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).